Kamis, 31 Oktober 2019

Keseimbangan Pasar



KESEIMBANGAN PASAR
Makalah ini disusun untuk memenuhi tugas Ekonomi Makro Islam
Dosen Pengampu : Saifudin, M.E.



 

Disusun oleh :
Siti Nazilatul Hidayah      (63010170277)


JURUSAN PERBANKAN SYARIAH
FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS ISLAM
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI (IAIN) SALATIGA
2019



KATA PENGANTAR
Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT, atas rahmat-Nya sehingga kami dapat menyelesaikan penyusunan makalah yang berjudul “Keseimbangan Pasar”. Penulisan makalah ini merupakan salah satu tugas yang diberikan dalam mata kuliah Ekonomi Makro Islam di Institut Agama Islam Negeri Salatiga (IAIN Salatiga).
Dalam penulisan makalah ini kami merasa masih banyak kekurangan baik pada teknis penulisan maupun materi, mengingat akan kemampuan yang kami miliki. Untuk itu, kritik dan saran dari semua pihak sangat kami harapkan demi penyempurnaan pembuatan makalah ini.
Dalam penulisan makalah ini penulis menyampaikan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada pihak-pihak yang membantu dalam menyelesaikan makalah ini, khususnya kepada dosen kami yang telah memberikan tugas dan petunjuk kepada kami, sehingga kami dapat menyelesaikan tugas ini.


Salatiga,  Februari 2019
                                                                                                           

Penyusun


DAFTAR ISI
Kata Pengantar........................................................................................................... 2
Daftar Isi...................................................................................................................... 3
BAB I PENDAHULUAN.......................................................................................4
A.    Latar belakang.................................................................................................. 4
B.     Rumusan Masalah............................................................................................. 4
C.     Tujuan............................................................................................................... 5
BAB II PEMBAHASAN........................................................................................6
A.    Pengertian Keseimbangan Pasar....................................................................... 6
B.     Keseimbangan Pasar Ekonomi Mikro Individu................................................ 6
C.     Keseimbangan Pasar Ekonomi Makro Industri................................................ 6
D.    Keseimbangan Pasar Ekonomi Makro Agregat................................................ 7
E.     Keseimbangan Pasar Ekonomi Makro Adanya Uang Dalam
Perekonomian................................................................................................... 7
F.      Keseimbangan Pasar Ekonomi Makro Pada Macam-Macam Agregat
Supply............................................................................................................. 10
G.    Pengertian Kegagalan Pasar............................................................................ 12
H.    Campur Tangan Pemerintah (Intervensi Pemerintah)..................................... 14
BAB III PENUTUP .............................................................................................18
A.    Kesimpulan..................................................................................................... 18
B.     Saran............................................................................................................... 18
DAFTAR PUSTAKA.............................................................................................. 19


BAB I
PENDAHULUAN
A.  Latar Belakang
Pada pasar saat ini kekuatan permintaan dan kekuatan penawaran dapat bergerak secara leluasa. Adapun harga yang terbentuk benar-benar mencerminkan keinginan produsen dan konsumen. Permintaan mencerminkan keinginan konsumen, sementara penawaran mencerminkan keinginan produsen atau penjual. Bentuk pasar persaingan murni terdapat terutama dalam bidang produksi dan perdagangan hasil-hasil pertanian seperti beras, terigu, kopra, dan minyak kelapa.
Permintaan dan penawaran membentuk harga dan kuantitas keseimbangan. Artinya, permintaan akan selalu berinteraksi dengan penawaran sehingga membentuk harga dan kuantitas keseimbangan. Jadi, harga keseimbangan adalah harga yang terbentuk di saat permintaan dan penawaran menemui suatu kesepakatan, yaitu tepat berada di perpotongan antara kurva permintaan dan kurva penawaran yang disebut titik keseimbangan. Kuantitas keseimbangan merupakan jumlah suatu barang atau jasa yang terbentuk saat terjadi harga keseimbangan.
Interaksi antara permintaan dan penawaran akan menciptakan keseimbangan pasar terjadi apabila pada harga keseimbangan jumlah barang yang diminta konsumen sama persis dengan jumlah yang ditawarkan produsen secara grafis keseimbangan pasar tercapai apabila kurva permintaan dan penawaran berpotongan.
B.  Rumusan Masalah
1.      Apa pengertian keseimbangan pasar?
2.      Bagaimana keseimbangan pasar ekonomi mikro individu?
3.      Bagaimana keseimbangan pasar ekonomi makro industri?
4.      Apa pengertian kegagalan pasar?
5.      Apa faktor-faktor kegagalan pasar?
6.      Apa tujuan intervensi pemerintah?
C.  Tujuan
1.      Agar dapat mengetahui pengertian keseimbangan pasar
2.      Untuk mengetahui pengertian kegagalan pasar
3.      Agar dapat mengetahui keseimbangan pasar ekonomi mikro individu
4.      Agar dapat mengetahui keseimbangan pasar ekonomi makro industri
5.      Agar dapat mengetahui faktor-faktor kegagalan pasar
6.      Agar dapat mengetahui campur tangan pemerintah (intervensi pemerintah)
 

BAB II
PEMBAHASAN
A.    Pengertian Keseimbangan Pasar
Keseimbangan pasar adalah suatu keadaan ketika permintaan dan penawaran berada pada suatu titik yang sama. Kurva yang gambarannya biasa dikenal dengan kurva keseimbangan pasar (Market Equilibrium). Dalam kurva ini, titik equilibrium tersebut akan mampu bertahan dalam jangka panjang apabila pada titik tersebut konsumen dan produsen sama-sama diuntungkan atau hanya memperoleh kerugian yang sangat kecil.
B.     Keseimbangan Pasar Ekonomi Mikro Individu
Dalam bentuk yang paling sederhana keseimbangan pasar digambarkan dengan kurva demand dari satu individu yang berpotongan dengan kurva supply dari individu lain. Bentuk kurva demand yang negative (dari kiri atas ke kanan bawah) dan bentuk kurva supply yang positif (dari kanan atas ke kiri bawah).
C.     Keseimbangan Pasar Ekonomi Makro Industri
Dalam ekonomi mikro pun telah dijelaskan bagaiman menjumlahkan kurva-kurva demand individu secara horizontal menjadi permintaan industri. Begitu pula dengan penjumlahan kurva-kurva supply secara horizontal yang membentuk kurva penawaran industri. Adanya permintaan sebagai pembeli besar dan sebagai penjual besar tidak mengubah pembentukan kurva demand dan supply. Sebagai pembeli besar kurva demand pemerintah berada jauh ke kanan yaitu Dg dengan kuantitas Qd (g), dan sebagai penjual besar kurva supply pemerintah berada jauh ke kanan, yaitu Sg dengan kuantitas Qs (g).
D.    Keseimbangan Pasar Ekonomi Makro Agregat
Bila seluruh individu dijumlahkan secara horizontal, menjadi individu sehingga didapat jumlah kuantitas barang A yang ditawarkan dalam suatu perekonomian (∑Qd ), maka didapatkan kurva demand agregat industri A dan Kurva supply agregat industri A.
Selanjutnya, bila kuantitas barang dan jasa masing-masing industri dikonversikan dalam satuan yang sama, katakan saja output nasional Y, maka didapatkan Aggregate Demand (AD) dan Aggregate Supply (AS) nasional. Secara garis sumbu vertical menggambarkan harga-harga umum P, sedangkan sumbu horizontal menggambarkan output nasional Y.
E.     Keseimbangan Pasar Ekonomi Makro Adanya Uang dalam Perekonomian
Masuknya uang dalam perekonomian mengakibatkan pembentukan keseimbangan umum bertambah kompleks, meskipun pada akhirnya keseimbangan umum tetap terjadi pada saat AD=AS. Dalam pembentukan Aggregate Demand, ada dua keseimbangan pasar yang menentukan yaitu:
1)      Keseimbangan pasar uang
2)      Keseimbangan pasar barang dan jasa.

1.      Keseimbangan Pasar Uang: Kurva LM
a)      Kurva yang Menunjukan L=M:
Keseimbangan pasar uang digambarkan oleh kurva LM. Sesuai namanya,kurva LM Menunjukan L = M, dimana:
L = adalah jumlah likuiditas (uang) dalam perekonomian yang diedarkan oleh bank sentral.
M = adalah jumlah uang (money) yang ingin di pegang masyarakat Dalam notasi lain dituliskan Ms = Md, dimana:
Ms, adalah money supply penawaran uang oleh bank sentral
Md, adalah money demand/permintaan uang oleh masyarakat.
b)      Kurva yang Menunjukan Hubungan Uang dan Pendapatan
Semakin kaya orang, maka semakin besar pula keinginannya memegang uang untuk melakukan transaksi. Sebaliknya, semakin miskin orang, semakin kecil jumlah uang yang ingin di pegangnya. Hubungan yang positif ini dikenal sebagai teori Cambridge akan permintaan uang.
Money demand merupakan porsi tertentu dari kekayaan. Bila Y besar maka Md (tr) besar, bila Y kecil maka Md (tr) kecil.
           
Porsi itu sendiri di simbolkan dengan “k” yang relative dari waktu ke waktu. Perubahan teknologi dapat mengubah “k”, misalnya dengan adanya ATM. Maka jumlah uang yang di pegang dalam saku berkurang di bandingkan bila tidak ada ATM, karena bila memerlukan uang ia dapat menarik dari ATM. Bila kemudian kartu debit telah diterima luas, maka jumlah uang yang dipegang dalam saku semakin berkurang karena transaksi dapat dilakukan tanpa fisik uang. Hubungan antara uang dan kekayaan ini digambarkan dengan grafik berikut. Kemiringan slope kurva ditentukan oleh besaran ‘k”.
 
Grafik Kurva fungsi permintaan uang untuk transaksi.
c)      Kurva yang Menunjukan Hubungan Uang dan Tingkat Bunga
Semakin tinggi bunga, semakin orang tertarik menyimpan uangnya dalam deposito di bank konvensional. Dalam konteks lain, semakin tinggi bunga obligasi semakin orang tertarik membeli obligasi, konvensional. Bila orang meningkatkan simpanan uangnya dalam bentuk deposito di bank konvensional atau membeli obligasi konvensional maka semakin sedikit uang yang tersedia baginya untuk melakukan spekulasi berjual-beli saham di pasar saham.
2.      Keseimbangan Pasar Barang Kurva IS
a.       Kurva yang menunjukan I = S
Keseimbangan pasar barang digambarkan oleh kurva IS. Sesuai dengan namanya. Kurva IS menunjukan I = S, di mana:
I adalah Investasi
S adalah Saving (tabungan)
b.      Kurva yang menunjukan Hubungan Investasi dengan Tingkat Bunga
Hubungan antara investasi (I) dengan tingkat bunga (i), dilatar belakangi oleh praktik yang lazim dilakukan yaitu meminjam kredit dari bank konvensional untuk melakukan investasi. Semakin tinggi bunga semakin sedikit jumlah kredit yang mau dipinjam oleh masyarakat dari bank konvensional, berarti semakinsedikit investasi yang terjadi.
c.       Kurva yang menunjukan hubungan antara tabungan dengan pendapatan
Hubungan antara tabungan (S) dengan pendapatan (Y) dilatarbelakangi oleh kecenderungan orang untuk menggunakan sebagian pendapatannya untuk ditabung dan sebagian lain untuk keperluan konsumsi.
Semakin kaya orang, semakin banyak tabungannya. Semakin miskin orang semakin kecil tabungannya. MPC dan MPS sendiri relative stabil dari waktu kewaktu karena merupakan kebiasaan orang atau pola perilaku orang dalam menggunakan pendapatannya.
3.      Hubungan Kurva IS-LM dengan Kurva AS-AD
Kurva IS-LM menggambarkan keseimbangan pasar barang dan keseimbangan pasar uang. Dengan sumbu horizontal Y (pendapatan nasional) dan sumbu vertical (tingakat bunga). Sedangkan kurva AS-AD menggambarkan keseimbangan pasar agregat dalam perekonomian, dengan sumbu horizontal Y (pendapatan nasional) dan sumbu vertical P (harga-harga umum).
F.      Keseimbangan Pasar Ekonomi Makro Pada Macam-Macam Aggregat Supply 
1)      Kurva AS berslope positif tanpa ringditas dan regiditas gaji
Sampai saat ini kita belum banyak membicarakan kurva AS. Cara paling sederhana adalah dengan mengasumsikan kurva AS mempunyai slope positif seperti lazimnya kurva S dalam ilmu ekonomi makro.
2)      Kurva AS ber-Slope horizontal rigiditas harga
Alternative lain dari asumsi Keynes adalah dengan mengasumsikan rigiditas terjadi pada harga, bukan pada gaji. Secara lengkap, asumsi alternative ini adalahsebagai berikut:
·         Harga-harga tidak fleksibel
·         Pasar tenaga kerja kompetitif, dan gaji-gaji fleksibel. Dengan kata lain tidak ada rigiditas gaji (kekakuan gaji).
Asumsi sticky princes ini secara grafis digambarkan dengan kurva AS yang horizontal. Rigiditas harga dengan mudah tergambar yaitu dengan tingkat harga yang tetap pada P.
3)      Kurva AS ber-Slope vertical rigiditas output
Alternative lain adalah dengan mengasumsikan rigiditas pada output, bukan pada gaji atau pada harga. Kurva AS mempunyai slope yang vertical pada saat seluruh kapasitas produksi perekonomian telah terpakai. Asumsi yang digunakan dalam kurva AS yang berslope vertical adalah:
·         Perekonomian berada pada keadaan kapasitas penuh. Dengan kata lain, ada rigiditas output.
·         Harga-harga fleksibel, dapat turun naik. Dengan kata lain, tidak ada rigiditas harga (kekuatan harga).
4)      Keseimbangan AS-AD
Dampak dari kenaikan AD berbeda-beda pada jenis AS yang berbeda. Dengan AS yang mempunyai slope horizontal, maka pergeseran AD hanya bedampak  pada Y. Bila AD naik maka pendapatan nasional naik , sebaliknya bila AD turun, maka pendapatan turun. Harga tetap P.
Dengan AS yang mempunyai slope positif maka pergeseran AD berdampak  pada P dan Y. Bila AD naik maka harga naik dan pendapatan nasional naik.Sebaliknya, bila AD turun maka harga turun dan pendapatan turun.
Dengan AS yang mempunyai slope vertical maka AD hanya berdampak pada P. bila AD Naik, maka harga naik sebaliknya, bila AD turun, maka harga turun. Pendapatan nasional tetap Y. 
G.    Pengertian kegagalan pasar
Yang dimaksud dengan kegagalan pasar adalah ketidakmampuan dari suatu perekonomian pasar untuk berfungsi secara efisien dan menimbulkan keteguhan dan pertumbuhan ekonomi. Kegagalan ini mendorong pemerintah untuk menjalankan beberapa kegiatan ekonomi. Di sisi lain, pada konteks politik, pemegang modal atau saham menggunakan istilah kegagalan pasar untuk situasi saat pasar dipaksa untuk tidak melayani “kepentingan public”, sebuah pernyataan subyektif yang biasanya dibuat dari landasan moral atau sosial. Atau dapat dikatakan kegagalan pasar adalah dimana suatu pasar tidak dapat menjalankan secara sempurna sesuai dengan fungsi awal sebagai pasar dan situasi dimana semua kekuatan yang ada dalam pasar, permintaan dan penawaran, berada dalam keadaan ketidakseimbangan.
Kegagalan pasar dapat terjadi karena adanya faktor-faktor di bawah ini, yaitu:
1.      Adanya Common goods (Barang Bersama)
Dasar adanya sistem pasar persaingan adalah adanya hak pemilikan yang memberikan hak pemilikan kepada setiap individu atas suatu barang sehingga ia dapat mengecualikan orang lain untuk memanfaatkan barang itu. Untuk beberapa jenis barang, hak pemilikan tidak dapat diberikan kepada sekelompok masyarakat, misalnya saja sebidang padang rumput milik desa dan sebagainya.
Masalah yang ditimbulkan dalam kasus kekayaan bersama ada 2 faktor yaitu : indivisibility dan jumlah kelompok masyarakat. Adanya indivisibility menyebabkan suatu kekayaan tidak dapat diberikan hak pemilikannya kepada setiap anggota kelompok. Apabila jumlah kelompok hanya dua orang , maka diantara kedua orang itu akan dapat dibuat suatu perjanjian yang mengatur penggunaan kekayaan tersebut secara optimal akan tetapi apabila anggota kelompok semakin banyak maka biaya untuk memperoleh persetujuan menjadi semakin besar dan mahal.
2.      Adanya unsur ketidak sempurnaan pasar
Alokasi sumber-sumber ekonomi yang efisien tidak dapat diserahkan pada mekanisme pasar oleh karena adanya monopoli, atau adanya usaha yang mempunyai biaya marjinal yang selalu menurun , dan adanya usaha yang mempunyai biaya marginal nol. Mekanisme pasar dapat melakukan alokasi factor-faktor ekonomi secara efisien hanya pada pasar persaingan sempurna oleh karena hanya pada pasar persaingan sempurna terdapat kesamaan antar motivasi pengusaha dan tingkat produksi yang oleh masyarakat dianggap efisien .
3.      Adanya barang publik
Beberapa jenis barang sangat dibutuhkan oleh masyarakat, akan tetapi tidak seorangpun yang bersedia menghasilkannya atau mungkin dihasilkan oleh pihak swasta akan tetapi dalam jumlah, barang publik murni yang mempunyai dua karakteristik utama : yaitu penggunaanya tidak bersaingan dan tidak diterapkan prinsip pengecualian. Oleh karena itu, pihak swasta tidak mau menghasilkan barang public murni, maka pemerintahlah yang harus menghasilkannya agar kesejahteraan masyarajkat dapat ditingkatkan .
4.      Adanya eksternalitas
Eksternalitas adalah dampak tidak langsung baik dampak menguntungkan maupun merugikan- yang ditimbulkan oleh aktivitas ekonomi. Eksternalitas timbul karena tindakan konsumsi atau produksi dari satu pihak mempunyai pengaruh terhadap pihak yang lain dan tidak adanyan kompensasi yang dibayar oleh pihak yang menyebabkan atau kompensasi yang diterima oleh pihak yang terkena dampak tersebut. Jadi ada dua syarat terjadinya eksternalitas, yaitu :
·         Adanya pengaruh dari suatu tindakan.
·         Tidak adanya kompensasi yang dibayarkan atau diterima.
5.      Adanya pasar tidak lengkap
Suatu pasar dikatakan lengkap apabila pasar tersebut menghasilkan semua barang dan jasa yang biaya produksinya lebih kecil daripada harga yang mau dibayar oleh masyarakat. Karena ada jenis jasa yang tidak diusahakan oleh pihak swasta dalam jumlah yang cukup walaupun penyediaan jasa tersebut lebih kecil daripada apa yang mau dibayar oleh masyarakat. Kondisi seperti ini yang disebut pasar tidak lengkap.
6.      Adanya kegagalan informasi
Pada beberapa kasus masyarakat sangat membutuhkan informasi yang tidak dapat disediakan oleh pihak swasta , misalnya saja prakiraan cuaca. Para petani, pelaut, sangat membutuhkan informasi mengenai prakiraan cuaca , akan tetapi tidak ada pihak swasta yang menyediakan informasi mengenai prakiraan cuaca. Dalam hal ini pemerintah harus menyediakan informasi cuaca yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat.
H.    Campur Tangan Pemerintah (Intervensi Pemerintah)
(Keseimbangan Pasar Ekonomi Makro: Masuknya peran Pemerintah)
Ingat pemerintah sebagai penabung besar? Dengan wewenangnya pemerintah dapat menarik pajak dan menjadikanya sebagai tabungan pemerintah. Ingat pula peran pemerintah sebagai pembeli besar? Dengan tabunganya yang besar  pemerintah mempunyai kemempuan yang besar sebagai pembeli. Katakanlah pemerintah menaikan tabungannya (Sg), dan pada saat yang sama,menaikan belanjanya yang masuk ke dalam perekonomian.
Y = C + S
Y = (Cg+Ch) + (Sg + Sh), dimana Y adalah pendapatan nasional.
Cg adalah konsumsi pemerintah
Ch adalah konsumsi rumah tangga
Sg adalah tabungan pemerintah
Sh adalah tabungan rumah tangga
Kenaikan ini digambarkan dengan bergesernya kurva S dikuadran 3 ke arah kiri bawah. Dengan mempertahankan asumsi S = 1 maka kurva IS kuadran 4 bergeser ke kanan atas. Kurva 1 pada kuadran 1 tidak berubah karena masuknya belanja pemerintah ke perekonomian tidak melalui mekanisme 1 yang lazim.
Ingat bahwa AD adalah penjumlahan horizontal kurva-kurva demand,termasuk demand pemerintah. Kenaikan belanja pemerintah berarti kenaikan demand pemerintah, yang berarti pula kenaikan AD.
Dampak kenaikan AD terhadap pendapatan nasional dan harga (p,y) tentu ditentukan pada perpotongan kurva AD dengan kurva AS. Bila kurva AS ber slope positif seperti lazimnya kurva S dalam ekonomi mikro, maka secara grafisdapat digambarkan sebagai berikut. Titik keseimbangan berubah dari titik 1 (p1,y1) ke titik 2 (p2, y2).
Sg kurva IS bergeser ke kanan atas kurva AD bergeser ke kanan atas,kurva AS ber slope positif p , y
Setiap pasar membutuhkan perhatian pemerintah untuk meningkatkan keteguhan dan pertumbuhan kegiatan ekonomi.
1.      Tujuan campur tangan pemerintah
·         Menjamin agar kesamaan hak untuk setiap individu tetap wujud dan penindasan dapat dihindarkan.
·         Menjaga agar perekonomian dapat tumbuh dan mengalami perkembangan yang teratur dan stabil.
·         Mengawasi kegiatan-kegiatan perusahaan, terutama perusahaan-perusahaan besar dapat mempengaruhi psar agar mereka tidak menjalankan praktek-praktek monopoli yang merugikan.
·         Menyediakan barang bersama yaitu barang-barang seperti jalan raya, polisi dan tentara yang penggunaannya dilakukan secara kolektif oleh masyarakat untuk mempertinggi kesejahteraan sosial masyarakat.
·         Mengawasi agar eksternalitas kegiatan ekonomi yang merugikan masyarakat dihindari atau dikurangi masalahnya.
2.      Bentuk-Bentuk Campur Tangan Pemerintah
·         Membuat Peraturan-peraturan
Tujuan pokok dari peraturan pemerintah adalah agar kegiatan-kegiatan ekonomi dijalankan secara wajar dan tidak merugikan khalayak ramai.
·         Menjalankan Kebijakan Fiskal dan Moneter
Kebijakan Fiskal adalah Strategi dan langkah-langkah pemerintah dalam pengeluarannya dan dalam sistem dan cara-cara pengumpulan pajak. Kebijakan Moneter adalah langkah-langkah pemerintah untuk mempengaruhi situasi keuangan dalam perekonomian, yaitu mempengaruhi suku bunga, operasi bank-bank dan mengatur jumlah uang yang beredar. Kedua kebijakan ini sangat penting dalam mengatur kegiatan ekonomi. Perekonomian selalu menghadapi masalah inflasi dan pengangguran, kebijakan ini merupakan tindakan untuk mengatasi kenaikan harga dan kekurangan pekerjaan.
·         Melakukan Kegiatan Ekonomi Secara Langsung
Dalam kegiatan ekonomi terdapat perbedaan nyata antara keuntungan yang dinikmati oleh orang yang melakukannya (keuntungan pribadi) dan keuntungan yang diperoleh masyarakat secara menyeluruh (keuntungan sosial). Adakalanya seseorang memperoleh keuntungan yang besar dalam kegiatan ekonomi yang dijalankan tetapi masyarakat mengalami kerugian.
 

BAB III
PENUTUP
A.  Kesimpulan
Keseimbangan pasar adalah suatu keadaan ketika permintaan dan penawaran berada pada suatu titik yang sama.
Kegagalan pasar adalah ketidakmampuan dari suatu perekonomian pasar untuk berfungsi secara efisien dan menimbulkan keteguhan dan pertumbuhan ekonomi.
Kegagalan pasar dapat terjadi karena adanya faktor-faktor di bawah ini, yaitu:
1.      Adanya Common goods (Barang Bersama)
2.      Adanya unsur ketidak sempurnaan pasar
3.      Adanya barang publik
4.      Adanya pasar tidak lengkap
5.      Adanya kegagalan informasi

B.  Saran
Dengan selesainya makalah ini kami sadar bahwasanya makalah kami ini masih jauh dari kesempurnaan, karena masih banyak kekurangan dan kesalahan baik dari segi materi pembahasan maupun ejaan kata, maka dari itu kami mengharapkan adanya saran dan kritik yang membangun dari pembaca agar di kemudian hari kami dapat menyusun makalah lebih baik lagi. Harapan kami makalah ini dapat bermanfaat untuk menambah wawasan mengenai sejarah pemikiran tentang ekonomi islam.


DAFTAR PUSTAKA

Karim, Adiwarman. 2007. Ekonomi Makro Islami. Jakarta: Raja Grafindo Persada.