KESEIMBANGAN PASAR
Makalah ini disusun untuk memenuhi
tugas Ekonomi
Makro Islam
Dosen Pengampu : Saifudin, M.E.
Disusun
oleh :
Siti Nazilatul Hidayah (63010170277)
JURUSAN PERBANKAN SYARIAH
FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS ISLAM
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI (IAIN) SALATIGA
2019
KATA PENGANTAR
Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT,
atas rahmat-Nya sehingga kami dapat menyelesaikan penyusunan makalah yang
berjudul “Keseimbangan Pasar”.
Penulisan makalah ini merupakan salah satu tugas yang diberikan dalam mata
kuliah Ekonomi Makro Islam di Institut
Agama Islam Negeri Salatiga (IAIN Salatiga).
Dalam penulisan makalah ini kami merasa masih
banyak kekurangan baik pada teknis penulisan maupun materi, mengingat akan
kemampuan yang kami miliki. Untuk itu, kritik dan saran dari semua pihak sangat
kami harapkan demi penyempurnaan pembuatan makalah ini.
Dalam penulisan makalah ini penulis
menyampaikan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada pihak-pihak yang
membantu dalam menyelesaikan makalah ini, khususnya kepada dosen kami yang
telah memberikan tugas dan petunjuk kepada kami, sehingga kami dapat
menyelesaikan tugas ini.
Salatiga, Februari
2019
Penyusun
DAFTAR ISI
Kata Pengantar........................................................................................................... 2
Daftar Isi...................................................................................................................... 3
BAB I PENDAHULUAN.......................................................................................4
A.
Latar
belakang.................................................................................................. 4
B.
Rumusan
Masalah............................................................................................. 4
C.
Tujuan............................................................................................................... 5
BAB II PEMBAHASAN........................................................................................6
A.
Pengertian Keseimbangan Pasar....................................................................... 6
B.
Keseimbangan Pasar Ekonomi Mikro Individu................................................ 6
C.
Keseimbangan Pasar Ekonomi Makro Industri................................................ 6
D.
Keseimbangan Pasar Ekonomi Makro Agregat................................................ 7
E.
Keseimbangan Pasar Ekonomi Makro Adanya
Uang Dalam
Perekonomian................................................................................................... 7
F.
Keseimbangan Pasar Ekonomi Makro Pada
Macam-Macam Agregat
Supply............................................................................................................. 10
G.
Pengertian Kegagalan Pasar............................................................................ 12
H.
Campur Tangan Pemerintah (Intervensi
Pemerintah)..................................... 14
BAB III PENUTUP .............................................................................................18
A.
Kesimpulan..................................................................................................... 18
B.
Saran............................................................................................................... 18
DAFTAR PUSTAKA.............................................................................................. 19
BAB I
PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang
Pada pasar saat ini kekuatan permintaan dan kekuatan penawaran
dapat bergerak secara leluasa. Adapun harga yang terbentuk benar-benar
mencerminkan keinginan produsen dan konsumen. Permintaan mencerminkan keinginan
konsumen, sementara penawaran mencerminkan keinginan produsen atau penjual.
Bentuk pasar persaingan murni terdapat terutama dalam bidang produksi dan
perdagangan hasil-hasil pertanian seperti beras, terigu, kopra, dan minyak
kelapa.
Permintaan dan penawaran membentuk harga dan kuantitas
keseimbangan. Artinya, permintaan akan selalu berinteraksi dengan penawaran
sehingga membentuk harga dan kuantitas keseimbangan. Jadi, harga keseimbangan
adalah harga yang terbentuk di saat permintaan dan penawaran menemui suatu
kesepakatan, yaitu tepat berada di perpotongan antara kurva permintaan dan
kurva penawaran yang disebut titik keseimbangan. Kuantitas keseimbangan
merupakan jumlah suatu barang atau jasa yang terbentuk saat terjadi harga
keseimbangan.
Interaksi antara permintaan dan penawaran akan menciptakan
keseimbangan pasar terjadi apabila pada harga keseimbangan jumlah barang yang
diminta konsumen sama persis dengan jumlah yang ditawarkan produsen secara grafis
keseimbangan pasar tercapai apabila kurva permintaan dan penawaran berpotongan.
B.
Rumusan Masalah
1.
Apa
pengertian keseimbangan pasar?
2.
Bagaimana keseimbangan pasar ekonomi mikro
individu?
3.
Bagaimana keseimbangan
pasar ekonomi makro industri?
4.
Apa
pengertian kegagalan pasar?
5.
Apa
faktor-faktor kegagalan pasar?
6.
Apa
tujuan intervensi pemerintah?
C.
Tujuan
1.
Agar
dapat mengetahui pengertian keseimbangan pasar
2.
Untuk
mengetahui pengertian kegagalan pasar
3.
Agar dapat mengetahui keseimbangan pasar
ekonomi mikro individu
4. Agar dapat mengetahui keseimbangan
pasar ekonomi makro industri
5.
Agar
dapat mengetahui faktor-faktor kegagalan pasar
6.
Agar
dapat mengetahui campur tangan pemerintah (intervensi pemerintah)
BAB II
PEMBAHASAN
A.
Pengertian
Keseimbangan Pasar
Keseimbangan pasar adalah suatu keadaan ketika permintaan dan
penawaran berada pada suatu titik yang sama. Kurva yang gambarannya biasa
dikenal dengan kurva keseimbangan pasar (Market Equilibrium). Dalam
kurva ini, titik equilibrium tersebut akan mampu bertahan dalam jangka panjang
apabila pada titik tersebut konsumen dan produsen sama-sama diuntungkan atau
hanya memperoleh kerugian yang sangat kecil.
B.
Keseimbangan
Pasar Ekonomi Mikro Individu
Dalam bentuk yang paling sederhana keseimbangan pasar digambarkan
dengan kurva demand dari satu individu yang berpotongan dengan kurva supply
dari individu lain. Bentuk kurva demand yang negative (dari kiri atas ke kanan
bawah) dan bentuk kurva supply yang positif (dari kanan atas ke kiri bawah).

C.
Keseimbangan
Pasar Ekonomi Makro Industri
Dalam ekonomi mikro pun telah dijelaskan bagaiman menjumlahkan kurva-kurva demand
individu secara horizontal menjadi permintaan industri. Begitu pula dengan
penjumlahan kurva-kurva supply secara horizontal yang membentuk kurva penawaran
industri. Adanya permintaan sebagai pembeli besar dan sebagai penjual besar tidak
mengubah pembentukan kurva demand dan supply. Sebagai pembeli besar kurva
demand pemerintah berada jauh ke kanan yaitu Dg dengan kuantitas Qd (g), dan sebagai
penjual besar kurva supply pemerintah berada jauh ke kanan, yaitu Sg dengan
kuantitas Qs (g).
D.
Keseimbangan
Pasar Ekonomi Makro Agregat
Bila seluruh individu dijumlahkan secara horizontal, menjadi
individu sehingga
didapat jumlah kuantitas barang A yang ditawarkan dalam suatu perekonomian (∑Qd
), maka didapatkan kurva demand agregat industri A dan Kurva
supply agregat industri A.
Selanjutnya, bila kuantitas barang dan jasa masing-masing industri
dikonversikan dalam satuan yang sama, katakan saja output nasional Y, maka didapatkan
Aggregate Demand (AD) dan Aggregate Supply (AS) nasional. Secara garis sumbu
vertical menggambarkan harga-harga umum P, sedangkan sumbu horizontal
menggambarkan output nasional Y.
E.
Keseimbangan
Pasar Ekonomi Makro Adanya Uang dalam Perekonomian
Masuknya uang dalam perekonomian mengakibatkan pembentukan
keseimbangan umum bertambah kompleks, meskipun pada akhirnya keseimbangan umum
tetap terjadi pada saat AD=AS. Dalam pembentukan Aggregate Demand, ada dua
keseimbangan pasar yang menentukan yaitu:
1)
Keseimbangan
pasar uang
2)
Keseimbangan
pasar barang dan jasa.
1.
Keseimbangan Pasar Uang: Kurva LM
a)
Kurva
yang Menunjukan L=M:
Keseimbangan pasar uang digambarkan oleh kurva LM. Sesuai
namanya,kurva LM Menunjukan L = M, dimana:
L = adalah jumlah likuiditas (uang) dalam perekonomian yang
diedarkan oleh bank sentral.
M = adalah jumlah uang (money) yang ingin di pegang masyarakat
Dalam notasi lain dituliskan Ms = Md, dimana:
Ms, adalah money supply penawaran uang oleh bank sentral
Md, adalah money demand/permintaan uang oleh masyarakat.
b)
Kurva
yang Menunjukan Hubungan Uang dan Pendapatan
Semakin kaya orang, maka semakin besar pula keinginannya memegang
uang untuk melakukan transaksi. Sebaliknya, semakin miskin orang, semakin kecil
jumlah uang yang ingin di pegangnya. Hubungan yang positif ini dikenal sebagai
teori Cambridge akan permintaan uang.
Money demand merupakan porsi tertentu dari kekayaan. Bila Y besar
maka Md (tr) besar, bila Y kecil maka Md (tr) kecil.
Porsi itu sendiri di simbolkan dengan “k” yang relative dari waktu
ke waktu. Perubahan teknologi dapat mengubah “k”, misalnya dengan adanya ATM.
Maka jumlah uang yang di pegang dalam saku berkurang di bandingkan bila tidak
ada ATM, karena bila memerlukan uang ia dapat menarik dari ATM. Bila kemudian
kartu debit telah diterima luas, maka jumlah uang yang dipegang dalam saku
semakin berkurang karena transaksi dapat dilakukan tanpa fisik uang. Hubungan
antara uang dan kekayaan ini digambarkan dengan grafik berikut. Kemiringan
slope kurva ditentukan oleh besaran ‘k”.
Grafik Kurva fungsi permintaan uang untuk transaksi.
c)
Kurva
yang Menunjukan Hubungan Uang dan Tingkat Bunga
Semakin tinggi bunga, semakin orang tertarik menyimpan uangnya
dalam deposito di bank konvensional. Dalam konteks lain, semakin tinggi bunga
obligasi semakin orang tertarik membeli obligasi, konvensional. Bila orang
meningkatkan simpanan uangnya dalam bentuk deposito di bank konvensional atau
membeli obligasi konvensional maka semakin sedikit uang yang tersedia baginya
untuk melakukan spekulasi berjual-beli saham di pasar saham.
2.
Keseimbangan Pasar Barang Kurva IS
a.
Kurva
yang menunjukan I = S
Keseimbangan pasar barang digambarkan oleh kurva IS. Sesuai dengan
namanya. Kurva IS menunjukan I = S, di mana:
I adalah Investasi
S adalah Saving (tabungan)
b.
Kurva
yang menunjukan Hubungan Investasi dengan Tingkat Bunga
Hubungan antara investasi (I) dengan tingkat bunga (i), dilatar
belakangi oleh praktik yang lazim dilakukan yaitu meminjam kredit dari bank
konvensional untuk melakukan investasi. Semakin tinggi bunga semakin sedikit
jumlah kredit yang mau dipinjam oleh masyarakat dari bank konvensional, berarti
semakinsedikit investasi yang terjadi.
c.
Kurva
yang menunjukan hubungan antara tabungan dengan pendapatan
Hubungan antara tabungan (S) dengan pendapatan (Y) dilatarbelakangi
oleh kecenderungan orang untuk menggunakan sebagian pendapatannya untuk
ditabung dan sebagian lain untuk keperluan konsumsi.
Semakin kaya orang, semakin banyak tabungannya. Semakin miskin
orang semakin kecil tabungannya. MPC dan MPS sendiri relative stabil dari waktu
kewaktu karena merupakan kebiasaan orang atau pola perilaku orang dalam
menggunakan pendapatannya.
3.
Hubungan Kurva IS-LM dengan Kurva AS-AD
Kurva IS-LM menggambarkan keseimbangan pasar barang dan
keseimbangan pasar uang. Dengan sumbu horizontal Y (pendapatan nasional) dan
sumbu vertical (tingakat bunga). Sedangkan kurva AS-AD menggambarkan
keseimbangan pasar agregat dalam perekonomian, dengan sumbu horizontal Y
(pendapatan nasional) dan sumbu vertical P (harga-harga umum).
F.
Keseimbangan
Pasar Ekonomi Makro Pada Macam-Macam Aggregat Supply
1)
Kurva
AS berslope positif tanpa ringditas dan regiditas gaji
Sampai saat ini kita belum banyak membicarakan kurva AS. Cara
paling sederhana adalah dengan mengasumsikan kurva AS mempunyai slope positif
seperti lazimnya kurva S dalam ilmu ekonomi makro.
2)
Kurva
AS ber-Slope horizontal rigiditas harga
Alternative lain dari asumsi Keynes adalah dengan mengasumsikan
rigiditas terjadi pada harga, bukan pada gaji. Secara lengkap, asumsi alternative
ini adalahsebagai berikut:
·
Harga-harga
tidak fleksibel
·
Pasar
tenaga kerja kompetitif, dan gaji-gaji fleksibel. Dengan kata lain tidak ada
rigiditas gaji (kekakuan gaji).
Asumsi sticky princes ini secara grafis digambarkan dengan kurva AS
yang horizontal. Rigiditas harga dengan mudah tergambar yaitu dengan tingkat
harga yang tetap pada P.
3)
Kurva
AS ber-Slope vertical rigiditas output
Alternative lain adalah dengan mengasumsikan rigiditas pada output,
bukan pada gaji atau pada harga. Kurva AS mempunyai slope yang vertical pada
saat seluruh kapasitas produksi perekonomian telah terpakai. Asumsi yang
digunakan dalam kurva AS yang berslope vertical adalah:
·
Perekonomian
berada pada keadaan kapasitas penuh. Dengan kata lain, ada rigiditas output.
·
Harga-harga
fleksibel, dapat turun naik. Dengan kata lain, tidak ada rigiditas harga
(kekuatan harga).
4)
Keseimbangan
AS-AD
Dampak dari kenaikan AD berbeda-beda pada jenis AS yang berbeda.
Dengan AS yang mempunyai slope horizontal, maka pergeseran AD hanya bedampak pada Y. Bila AD naik maka pendapatan nasional
naik , sebaliknya bila AD turun, maka pendapatan turun. Harga tetap P.
Dengan AS yang mempunyai slope positif maka pergeseran AD
berdampak pada P dan Y. Bila AD naik
maka harga naik dan pendapatan nasional naik.Sebaliknya, bila AD turun maka
harga turun dan pendapatan turun.
Dengan AS yang mempunyai slope vertical maka AD hanya berdampak
pada P. bila AD Naik, maka harga naik sebaliknya, bila AD turun, maka harga
turun. Pendapatan nasional tetap Y.
G.
Pengertian
kegagalan pasar
Yang dimaksud dengan kegagalan pasar adalah ketidakmampuan dari
suatu perekonomian pasar untuk berfungsi secara efisien dan menimbulkan
keteguhan dan pertumbuhan ekonomi. Kegagalan ini mendorong pemerintah untuk
menjalankan beberapa kegiatan ekonomi. Di sisi lain, pada konteks politik,
pemegang modal atau saham menggunakan istilah kegagalan pasar untuk situasi
saat pasar dipaksa untuk tidak melayani “kepentingan public”, sebuah pernyataan
subyektif yang biasanya dibuat dari landasan moral atau sosial. Atau dapat
dikatakan kegagalan pasar adalah dimana suatu pasar tidak dapat menjalankan
secara sempurna sesuai dengan fungsi awal sebagai pasar dan situasi dimana
semua kekuatan yang ada dalam pasar, permintaan dan penawaran, berada dalam
keadaan ketidakseimbangan.
Kegagalan pasar dapat terjadi karena adanya faktor-faktor di bawah
ini, yaitu:
1.
Adanya
Common goods (Barang Bersama)
Dasar adanya sistem pasar persaingan adalah adanya hak pemilikan
yang memberikan hak pemilikan kepada setiap individu atas suatu barang sehingga
ia dapat mengecualikan orang lain untuk memanfaatkan barang itu. Untuk beberapa
jenis barang, hak pemilikan tidak dapat diberikan kepada sekelompok masyarakat,
misalnya saja sebidang padang rumput milik desa dan sebagainya.
Masalah yang ditimbulkan dalam kasus kekayaan bersama ada 2 faktor
yaitu : indivisibility dan jumlah kelompok masyarakat. Adanya indivisibility
menyebabkan suatu kekayaan tidak dapat diberikan hak pemilikannya kepada setiap
anggota kelompok. Apabila jumlah kelompok hanya dua orang , maka diantara kedua
orang itu akan dapat dibuat suatu perjanjian yang mengatur penggunaan kekayaan
tersebut secara optimal akan tetapi apabila anggota kelompok semakin banyak
maka biaya untuk memperoleh persetujuan menjadi semakin besar dan mahal.
2.
Adanya
unsur ketidak sempurnaan pasar
Alokasi sumber-sumber ekonomi yang efisien tidak dapat diserahkan
pada mekanisme pasar oleh karena adanya monopoli, atau adanya usaha yang
mempunyai biaya marjinal yang selalu menurun , dan adanya usaha yang mempunyai
biaya marginal nol. Mekanisme pasar dapat melakukan alokasi factor-faktor
ekonomi secara efisien hanya pada pasar persaingan sempurna oleh karena hanya
pada pasar persaingan sempurna terdapat kesamaan antar motivasi pengusaha dan
tingkat produksi yang oleh masyarakat dianggap efisien .
3.
Adanya
barang publik
Beberapa jenis barang sangat dibutuhkan oleh masyarakat, akan
tetapi tidak seorangpun yang bersedia menghasilkannya atau mungkin dihasilkan
oleh pihak swasta akan tetapi dalam jumlah, barang publik murni yang mempunyai
dua karakteristik utama : yaitu penggunaanya tidak bersaingan dan tidak
diterapkan prinsip pengecualian. Oleh karena itu, pihak swasta tidak mau
menghasilkan barang public murni, maka pemerintahlah yang harus menghasilkannya
agar kesejahteraan masyarajkat dapat ditingkatkan .
4.
Adanya
eksternalitas
Eksternalitas adalah dampak tidak langsung baik dampak
menguntungkan maupun merugikan- yang ditimbulkan oleh aktivitas ekonomi.
Eksternalitas timbul karena tindakan konsumsi atau produksi dari satu pihak
mempunyai pengaruh terhadap pihak yang lain dan tidak adanyan kompensasi yang
dibayar oleh pihak yang menyebabkan atau kompensasi yang diterima oleh pihak
yang terkena dampak tersebut. Jadi ada dua syarat terjadinya eksternalitas,
yaitu :
·
Adanya
pengaruh dari suatu tindakan.
·
Tidak
adanya kompensasi yang dibayarkan atau diterima.
5.
Adanya
pasar tidak lengkap
Suatu pasar dikatakan lengkap apabila pasar tersebut menghasilkan
semua barang dan jasa yang biaya produksinya lebih kecil daripada harga yang
mau dibayar oleh masyarakat. Karena ada jenis jasa yang tidak diusahakan oleh
pihak swasta dalam jumlah yang cukup walaupun penyediaan jasa tersebut lebih
kecil daripada apa yang mau dibayar oleh masyarakat. Kondisi seperti ini yang disebut
pasar tidak lengkap.
6.
Adanya
kegagalan informasi
Pada beberapa kasus masyarakat sangat membutuhkan informasi yang
tidak dapat disediakan oleh pihak swasta , misalnya saja prakiraan cuaca. Para
petani, pelaut, sangat membutuhkan informasi mengenai prakiraan cuaca , akan
tetapi tidak ada pihak swasta yang menyediakan informasi mengenai prakiraan
cuaca. Dalam hal ini pemerintah harus menyediakan informasi cuaca yang sangat
dibutuhkan oleh masyarakat.
H.
Campur
Tangan Pemerintah (Intervensi Pemerintah)
(Keseimbangan Pasar Ekonomi Makro: Masuknya peran
Pemerintah)
Ingat pemerintah sebagai penabung besar? Dengan wewenangnya
pemerintah dapat menarik pajak dan menjadikanya sebagai tabungan pemerintah.
Ingat pula peran pemerintah sebagai pembeli besar? Dengan tabunganya yang
besar pemerintah mempunyai kemempuan
yang besar sebagai pembeli. Katakanlah pemerintah menaikan tabungannya (Sg), dan pada saat yang
sama,menaikan belanjanya yang masuk ke dalam perekonomian.
Y = C + S
Y = (Cg+Ch) + (Sg + Sh), dimana Y adalah pendapatan nasional.
Cg adalah konsumsi pemerintah
Ch adalah konsumsi rumah tangga
Sg adalah tabungan pemerintah
Sh adalah tabungan rumah tangga
Kenaikan ini digambarkan dengan bergesernya kurva S dikuadran 3 ke
arah kiri
bawah. Dengan mempertahankan asumsi S = 1 maka kurva IS kuadran 4 bergeser ke
kanan atas. Kurva 1 pada kuadran 1 tidak berubah karena masuknya belanja
pemerintah ke perekonomian tidak melalui mekanisme 1 yang lazim.
Ingat bahwa AD adalah penjumlahan horizontal kurva-kurva
demand,termasuk demand pemerintah. Kenaikan belanja pemerintah berarti kenaikan
demand pemerintah, yang berarti pula kenaikan AD.
Dampak kenaikan AD terhadap pendapatan nasional dan harga (p,y)
tentu ditentukan pada perpotongan kurva AD dengan kurva AS. Bila kurva AS ber
slope positif seperti lazimnya kurva S dalam ekonomi mikro, maka secara
grafisdapat digambarkan sebagai berikut. Titik keseimbangan berubah dari titik
1 (p1,y1) ke titik 2 (p2, y2).
Sg kurva IS bergeser ke kanan atas kurva AD bergeser ke kanan
atas,kurva AS ber slope positif p , y
Setiap pasar membutuhkan perhatian pemerintah untuk meningkatkan
keteguhan dan pertumbuhan kegiatan ekonomi.
1.
Tujuan
campur tangan pemerintah
·
Menjamin
agar kesamaan hak untuk setiap individu tetap wujud dan penindasan dapat
dihindarkan.
·
Menjaga
agar perekonomian dapat tumbuh dan mengalami perkembangan yang teratur dan
stabil.
·
Mengawasi
kegiatan-kegiatan perusahaan, terutama perusahaan-perusahaan besar dapat
mempengaruhi psar agar mereka tidak menjalankan praktek-praktek monopoli yang
merugikan.
·
Menyediakan
barang bersama yaitu barang-barang seperti jalan raya, polisi dan tentara yang
penggunaannya dilakukan secara kolektif oleh masyarakat untuk mempertinggi
kesejahteraan sosial masyarakat.
·
Mengawasi
agar eksternalitas kegiatan ekonomi yang merugikan masyarakat dihindari atau
dikurangi masalahnya.
2.
Bentuk-Bentuk
Campur Tangan Pemerintah
·
Membuat
Peraturan-peraturan
Tujuan pokok dari peraturan pemerintah adalah agar
kegiatan-kegiatan ekonomi dijalankan secara wajar dan tidak merugikan khalayak
ramai.
·
Menjalankan
Kebijakan Fiskal dan Moneter
Kebijakan Fiskal adalah Strategi dan langkah-langkah pemerintah
dalam pengeluarannya dan dalam sistem dan cara-cara pengumpulan pajak.
Kebijakan Moneter adalah langkah-langkah pemerintah untuk mempengaruhi situasi
keuangan dalam perekonomian, yaitu mempengaruhi suku bunga, operasi bank-bank
dan mengatur jumlah uang yang beredar. Kedua kebijakan ini sangat penting dalam
mengatur kegiatan ekonomi. Perekonomian selalu menghadapi masalah inflasi dan
pengangguran, kebijakan ini merupakan tindakan untuk mengatasi kenaikan harga
dan kekurangan pekerjaan.
·
Melakukan
Kegiatan Ekonomi Secara Langsung
Dalam kegiatan ekonomi terdapat perbedaan nyata antara keuntungan
yang dinikmati oleh orang yang melakukannya (keuntungan pribadi) dan keuntungan
yang diperoleh masyarakat secara menyeluruh (keuntungan sosial). Adakalanya
seseorang memperoleh keuntungan yang besar dalam kegiatan ekonomi yang
dijalankan tetapi masyarakat mengalami kerugian.
BAB III
PENUTUP
A.
Kesimpulan
Keseimbangan pasar adalah suatu keadaan ketika permintaan dan
penawaran berada pada suatu titik yang sama.
Kegagalan pasar adalah ketidakmampuan dari suatu perekonomian pasar
untuk berfungsi secara efisien dan menimbulkan keteguhan dan pertumbuhan
ekonomi.
Kegagalan pasar dapat terjadi karena adanya faktor-faktor di bawah
ini, yaitu:
1.
Adanya
Common goods (Barang Bersama)
2.
Adanya
unsur ketidak sempurnaan pasar
3.
Adanya
barang publik
4.
Adanya
pasar tidak lengkap
5.
Adanya
kegagalan informasi
B.
Saran
Dengan
selesainya makalah ini kami sadar bahwasanya makalah kami ini masih jauh dari
kesempurnaan, karena masih banyak kekurangan dan kesalahan baik dari segi
materi pembahasan maupun ejaan kata, maka dari itu kami mengharapkan adanya
saran dan kritik yang membangun dari pembaca agar di kemudian hari kami dapat
menyusun makalah lebih baik lagi. Harapan kami makalah ini dapat bermanfaat
untuk menambah wawasan mengenai sejarah pemikiran tentang ekonomi islam.
DAFTAR PUSTAKA
Karim, Adiwarman. 2007. Ekonomi Makro Islami. Jakarta: Raja Grafindo Persada.
