MAKALAH
“LOGIKA ILMU DAN METODE
BERFIKIR ILMIAH”
Disusun
Guna Memenuhi Tugas Mata Kuliah Filsafat Ilmu
Dosen
Pengampu : Fauzi
Annur, S.Pd.I., M.Pd.
Disusun oleh
Siti
Nazilatul Hidayah (63010170277)
JURUSAN PERBANKAN SYARIAH S1
FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS ISLAM
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI (IAIN)
SALATIGA
2019
KATA
PENGANTAR
Puji
syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas karunia dan hidayah-Nya sehingga penulis
dapat menyelesaikan makalah ini yang
berjudul “Logika Ilmu dan Metode Berfikir Ilmiah”. Sholawat dan salam semoga
senantiasa tercurahkan kepada junjungan besar kita, yaitu Nabi Muhammad SAW
yang telah menunjukkan kepada kita jalan yang lurus berupa ajaran agama islam
yang sempurna.
Penulisan
makalah ini bertujuan untuk memenuhi salah satu tugas yang diberikan oleh dosen
mata kuliah Studi Islam Indonesia, Bapak Fauzi Annur, S.Pd.I., M.Pd. tak
lupa penyusun ucapkan terima kasih kepada dosen pengampu mata kuliah Studi
Islam Indonesia atas bimbingan dan arahan dalam penulisan makalah ini, juga
kepada rekan-rekan mahasiswa yang telah mendukung sehingga makalah ini dapat
diselesaikan.
Penulis
berharap, dengan membaca makalah ini dapat memberi manfaat bagi kita semua,
semoga hal ini dapat menambah wawasan kita mengenai Logika Ilmu dan Metode
Berfikir Ilmiah. Memang makalah ini masih jauh dari sempurna, maka penulis
mengharapkan kritik dan saran dari pembaca demi perbaikan menuju arah yang
lebih baik.
Demikan
makalah ini, semoga dapat bermanfaat bagi penulis dan yang membacanya, sehingga
menambah wawasan dan pengetahuan tentang penulisan ini.
Salatiga,
5 Mei 2019
Penyusun
Daftar Isi
Halaman
Judul................................................................................................................
Kata
Pengantar .............................................................................................................. i
Daftar
Isi ........................................................................................................................ ii
BAB I PENDAHULUAN................................................................................
A. Latar
Belakang.................................................................................. 1
B. Rumusan
Masalah............................................................................. 1
C. Tujuan
.............................................................................................. 1
BAB II PEMBAHASAN...............................................................................
A. Pengertian
Logika Ilmu..................................................................... 2
B. Macam-Macam
Logika Ilmu ............................................................ 2
C. Kegunaan
dan Manfaat Logika Ilmu ............................................... 4
D.
BAB III PENUTUP ............................................................................................
A. Kesimpulan .....................................................................................
B. Saran
................................................................................................
BAB
I
PENDAHULUAN
A.
Latar
Belakang
Kegiatan berfikir dilakukan dalam
keseharian dan kegiatan ilmiah. Berfikir merupakan upaya manusia dalam
memecahkan masalah. Akal manusia pada hakikatnya memerlukan aturan dalam
menganalisa berbagai masalah yang ada, karena ilmu logika merupakan ilmu yang mengatur
cara berfikir manusia, maka keperluan kita kepada ilmu logika adalah untuk
mengatur dan mengarahkan kita kepada suatu cara berfikir yang benar. Sedangkan
berfikir ilmiah merupakan berfikir dengan langkah-langkah metode ilmiah seperti
perumusan masalah, pengajuan hipotesis, pengkajian literatur dan menarik
kesimpulan yang kesemua langkah tersebut harus didukung dengan alat atau sarana
ilmiah yang baik.
Kemampuan berfikir ilmiah yang baik
harus didukung oleh penguasaan sarana berfikir dengan baik pula. Salah satunya
yaitu mengetahui dengan benar peranan masing-masing sarana berfikir tersebut
dalam keseluruhan berpikir ilmiah.
B.
Rumusan
Masalah
1. Apa
yang Dimaksud dengan Logika Ilmu ?
2. Apa
Saja Macam Logika Ilmu ?
3. Apa
Saja Kegunaan dan Manfaat Logika Ilmu ?
C.
Tujuan
1. Untuk
Mengetahui Apa Itu Logika Ilmu.
2. Untuk
Mengetahui Macam-Macam Logika Ilmu.
3. Untuk
Mengetahui Kegunaan dan Manfaat Logika Ilmu.
BAB
II
PEMBAHASAN
A.
Pengertian
Logika Ilmu
Secara Etimologis, Logika berasal dari
kata Yunani logike (kata sifat) dan kata bendanya adalah logos yang berarti
hasil pertimbangan akal pikiran yang diutarakan lewat kata dan dinyatakan dalam
bahasa. Atau yang lebih sederhana perkataan sebagai manifestasi pikiran
manusia. Luce, mengatakan bahwa Logos berarti wacana (discourse), maka dengan
demikian pikiran dengan kata mempunyai hubungan erat, artinya bahwa bahasa
mempunyai kaitan erat dengan pikiran.
Sebagai ilmu, logika disebut dengan
logike episteme (Latin: logica scientia) atau ilmu logika (ilmu pengetahuan)
yang mempelajari kecakapan untuk berpikir secara lurus, tepat, dan teratur.
Ilmu disini mengacu pada kemampuan rasional untuk mengetahui dan kecakapan
mengacu pada kesanggupan akal budi untuk mewujudkan pengetahuan ke dalam
tindakan. Kata logis yang dipergunakan tersebut bisa juga diartikan dengan
masuk akal.
Sedangkan menurut Sudarsono logika
memiliki pandangan dalam arti sempit dan luas. Logika dalam arti sempit adalah
logika yang mempelajari asas-asas penalaran yang bersifat deduktif yaitu
penalaran yang menurunkan suatu keismpulan sebagai pangkal pikiran. Sehingga
bersifat benar hanya berdasarkan bentuknya. Logika dalam arti luas adalah
mencakup perbincangan yang sisitematis mengenai pencapaian
kesimpulan-kesimpulan dari berbagai bukti dan tentang bagaimana system-sistem
penjelasan disusun dalam ilmu alam termasuk didalamnya membahas tentang logika
iu sendiri.
Menurut Hakim dan Saebani
bahwa logika merupakan ilmu tentang pedoman (peraturan) yang dapat menegakkan
pikiran dan menunjukannya kebenaran dalam lapangan yang tidak bisa dijamin
kebenarannya. Yang bermaksud untuk digunakan agar kita dapat membetulkan
pemikiran orang lain atau agar orang lain dapat membenarkan pemikiran kita,
atau kita dapat membetulkan pemikiran kita sendiri.
B.
Macam-Macam
Logika Ilmu
1. Logika
Alamiah
Logika Alamiah adalah kinerja akal budi
manusia yang berpikir secara tepat dan lurus sebelum mendapat pengaruh-pengaruh
dari luar, yakni keinginan-keinginan dan kecenderungan-kecenderungan yang
subyektif. Yang mana logika alamiah manusia ini ada sejak manusia dilahirkan.
Dan dapat disimpulkan pula bahwa logika alamiah ini sifatnya masih murni.
2. Logika
Ilmiah
Lain halnya dengan logika alamiah,
logika ilmiah ini menjadi ilmu khusus yang merumuskan azas-azas yang harus
ditepati dalam setiap pemikiran. Dengan adanya pertolongan logika ilmiah inilah
akal budi dapat bekerja dengan lebih tepat, lebih teliti, lebih mudah dan lebih
aman. Logika ilmiah ini juga dimaksudkan untuk menghindarkan kesesatan atau
setidaknya dapat dikurangi. Sasaran dari logika ilmiah ini adalah untuk
memperhalus dan mempertajam pikiran dan akal budi.
3. Logika
Induktif
Logika induktif kadang
disebut penalaran induktif adalah penalaran yang berangkat dari serangkaian
fakta-fakta khusus untuk mencapai kesimpulan umum. Induksi merupakan cara
berpikir dimana ditarik suatu kesimpulan yang bersifat umum dari berbagai kasus
yang bersifat individual. Penalaran secara induktif dimulai dengan mengemukakan
pernyataan-pernyataan yang mempunyai ruang lingkup yang khas dan terbatas
dalamm menyusun argumentasi yang diakhiri dengan pernyataan yang bersifat umum.
Contoh argumen
induktif:
-
Kuda
Sumba punya sebuah jantung
-
Kuda
Australia punya sebuah jantung
-
Kuda
Amerika punya sebuah jantung
-
Kuda
Inggris punya sebuah jantung
∴ Setiap kuda punya sebuah jantung
4. Logika
Deduktif
Logika deduktif kadang
disebut penalaran deduktif adalah penalaran yang membangun atau mengevaluasi
argumen deduktif. Argumen dinyatakan deduktif jika kebenaran dari kesimpulan
ditarik atau merupakan konsekuensi logis dari premis-premisnya. Argumen
deduktif dinyatakan valid atau tidak valid, bukan benar atau salah. Sebuah
argumen deduktif dinyatakan valid jika dan hanya jika kesimpulannya merupakan
konsekuensi logis dari premis-premisnya. Penarikan kesimpulan secara deduktif
biasanya mempergunakan pola berpikir yang dinamakan silogismus, yang disusun
dari dua buah pernyataan dan sebuah kesimpulan.
Contoh argumen deduktif
:
-
Semua
karyawan baru Astra mendapatkan pelatihan
-
Ariel
adalah Karyawan baru Astra
∴ Ariel
mendapatkan pelatihan
C.
Kegunaan
dan Manfaat Logika Ilmu
1)
Kegunaan
Logika Ilmu
Adapun kegunaan logika adalah :
1. Membantu
setiap orang agar dapat berpikir secara rasional, kritis, lurus, tepat, tertib
dan metodis.
2. Meningkatkan
kemampuan berpikir secara abstrak, cermat, dan objektif.
3. Menambah
kecerdasan dan meningkatkan kemampuan berpikir secara tajam dan mandiri.
4. Meningkatkan
cinta akan kebenaran dan menghindari kesalahan-kesalahan berpikir, kekeliruan
serta kesesatan.
5. Mampu
melakukan analisis terhadap suatu kejadian.
2)
Manfaat
Logika Ilmu
Mempelajari ilmu logika sangat besar
manfaatnya, antara lain :
1. Melatih
kesanggupan akal dan menumbuhkan serta mengembangkan dengan pembiasaan membahas
metode berfikir.
2. Menematkan
sesuatu pada tempatnya dan menyelesaikan pekerjaan pada waktunya. Jadi sangat
bertentangan dengan logika, apabila seseorang dengan sesuatu diluar
kesanggupannya dan menunda pekerjaan hari ini ke hari esok.
3. Membuat
seseorang membedakan antara pikiran yang benar dan pikiran yang salah. Ini
merupakan manfaat yang paling asasi ilmu logika, antara urut pikir yang salah
yang dengan sendirinya akan menampilkan kesimpulan yang salah. Al-Ghazali
memandang ilmu logika sangat berperan membina kebenaran berpikir, orang yang
tidak mengerti ilmu logika, pendapatnya atau kesimpulannya tidak bisa
dipercaya.
4. Melatih
jiwa manusia agar dapat memperhalus pikirannya.
DAFTAR
PUSTAKA
Rakhmat, Muhammad.Pengantar Logika Dasar.2013.Tim Kreatif
Penertit:Bandung.
Hakim,
Abdul dan Saebeni Ahmad.Filsafat Umum dari Metologi sampai Teofilosofi.2008.Pustaka Setia Bandung:Bandung.
Baihaqi.
Ilmu Mantik : Teknik Dasar Berpikir
Logika.1996.Darul Ulum Press:Bandung.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar