MAKALAH
“BHINNEKA TUNGGAL IKA SEBAGAI WUJUD INTEGRASI NASIONAL”
Guna memenuhi tugas Mata Kuliah Kewarganegaraan
Dosen Pembimbing: M. Fatkhan
Ashari, M.Ip.
Disusun oleh:
Siti
Nazilatul Hidayah (63010170277)
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI SALATIGA
JURUSAN PERBANKAN SYARIAH
FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS ISLAM
TAHUN 2017
KATA PENGANTAR
Segala puji bagi
Allah SWT yang telah memberi rahmat, nikmat, taufik serta hidayah-Nya sehingga
kami dapat menyusun makalah dengan tema“Peran Identitas Nasional dalam
Mewujudkan Integrasi Nasional” dengan mengambil judul “Bhinneka Tunggal Ika
Sebagai Wujud Integrasi Nasional” untuk memenuhi tugas mata kuliah Kewarganegaraan.
Dalam menyusun makalah
ini, penyusun mendapat bantuan dan dukungan dari berbagai pihak. Oleh karena
itu, penyusun mangucapkan terima kasih kepada dosen pengampu dan teman-teman
yang telah membantu dalam penyusunan makalah ini.
Kami menyadari bahwa masih
banyak kekurangan yang menyertai, untuk itu kami sangat mengharap kritik dan
saran yang membangun demi peningkatan makalah yang kami buat selanjutnya.
Salatiga, September 2017
Penyusun
DAFTAR ISI
1.
Kata pengatar......................................................................................................... i
2.
Daftar Isi............................................................................................................... ii
3.
PENDAHULUAN................................................................................................ 1
A.
LatarBelakang................................................................................................ 1
B.
RumusanMasalah............................................................................................ 1
C.
Tujuan............................................................................................................. 2
4.
PEMBAHASAN................................................................................................... 3
A.
Kebhinneka Tunggal Ika-an............................................................................ 4
B.
Peran Bhinneka Tunggal Ika Sebagai
Faktor Pembentuk Identitas
Bangsa Indonesia ......................................................................................... 5
Nasional Melalui Semboyan Bhinneka
Tunggal Ika....................................... 6
5.
.PENUTUP.... ……………………………………………………………………7
A.
Saran............................................................................................................... 7
B.
Kesimpulan..................................................................................................... 7
6.
DaftarPustaka........................................................................................................ 8
BAB
I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Indonesia merupakan yang sangat rentan akan
terjadinya perpecahan dan konflik. Hal ini disebabkan indonesia adalah negara
dengan keberagaman suku, etnik, budaya, agama serta, karakteristik di setiap
wilayahnya. Indonesia merupakan negara yang memiliki keistimewaan keanekaragaman
budaya, suku, etnik, bahasa, dan sebagainya dibandingkan dengan negara lain.
Pernahkah kalian mendengar atau membaca peristiwa konflik antar suku di
indonesia atau konflik ang mengatas namakan wilayah atau daerah? Jadikanlah
peristiwa konflik tersebut sebagai pelajaran agar tidak terjadi kembali dimasa
yang akan datang. Konflik dapat mengakibatkan perpecahan dan akhirnya merugikan
seluruh rakyat indonesia.
Persatuan bangsa merupakan syarat yang mutlak bagi
kejayaan indonesia. Jika masyarakatnya
tidak bersatu dan selalu memprioritaskan kepentingan sendiri, maka cita-cita
indonesia yang terdapat dalam sila ketiga pancasila hanya akan menjadi mimpi
yang tidak akan pernah terwujud. Kalian harus mamou menghidupkan kembali
semboyan “BHINNEKA Tunggal Ika”, yang berarti berbeda-beda tetapi tetap satu
dalam mempertahankan identitas nasional untuk mewujudkan integritas nasional
bansa indonesia. Keberagaman harus membentuk masyarakat indonesia ang memiliki
toleransi dan rasa saling menghargai untuk menjaga perbedaan tersebut. Kunvinya
terdapat pada komitmen persatuan bangsa
indonesia dalam keberagaman.
B. Rumusan Masalah
1.
Apa yang anda ketahui tentang Kebhinneka Tunggal Ika-an bangsa
Indonesia ?
2.
Bagaimanakah peran Bhinneka Tunggal Ika sebagai faktor
pembentuk identitas bangsa Indonesia?
3.
Bagaimana cara
membina bangsa Indonesia yang multikultural agar tercapai Integrasi nasional
melalui semboyan
Bhinneka Tunggal Ika?
C. Tujuan
1.
Untuk Mengetahui semboyan “bhinneka tunggal ika”.
2.
Mendeskripsikan peranan Bhinneka Tunggal Ika sebagai
faktor pembentuk identitas bangsa Indonesia.
3.
Mendaskripsikan cara membina bangsa Indonesia yang
beranekaragam agar tercapai integrasi nasional melalui semboyan Bhinneka
Tunggal ika.
BAB II
PEMBAHASAN
A. Kebhinneka
Tunggal Ika-an
Bhinneka Tunggal Ika seperti kita
pahami sebagai motto Negara, yang diangkat dari penggalan kitab Sutasoma karya
besar Mpu Tantular pada jaman Kerajaan Majapahit (abad 14) secara harfiah
diartikan sebagai bercerai berai tetapi satu (berbeda-beda tetapi tetap satu
jua). Motto ini digunakan sebagai ilustrasi dari jati diri bangsa Indonesia
yang secara natural, dan sosial-kultural dibangun diatas keanekaragaman.
Bhinneka Tunggal Ika adalah
semboyan bangsa yang tercantum dan menjadi bagian dari lambang negara Indonesia,
yaitu Garuda Pancasila. Sebagai semboyan bangsa, artinya Bhinneka Tunggal Ika adalah pembentuk
karakter dan jati diri bangsa. Bhinneka Tunggal Ika sebagai pembentuk karakter
dan jati diri bangsa ini tak lepas dari campur tangan para pendiri bangsa yang
mengerti benar bahwa Indonesia yang pluralistik memiliki kebutuhan akan sebuah
unsur pengikat dan jati diri bersama. Bhinneka Tunggal Ika pada dasarnya
merupakan gambaran dari kesatuan geopolitik dan geobudaya di Indonesia, yang
artinya terdapat keberagaman dalam agama, ide, ideologis, suku bangsa dan
bahasa.
Kebhinekaan Indonesia itu bukan
sekedar mitos, tetapi realita yang ada di depan mata kita. Harus kita sadari
bahwa pola pikir dan budaya orang Jawa itu berbeda dengan orang Minang, Papua,
Dayak, Sunda dan lainnya. Elite pemimpin yang berasal dari kota-kota besar dan
metropolitan bisa jadi memandang Indonesia secara global akan tetapi elite
pemimpin nasional dari budaya lokal tertentu memandang Indonesia berdasarkan
jiwa, perasaan dan kebiasaan lokalnya. Ini saja menunjukkan kalau cara pandang
kita tentang Indonesia berbeda. Jadi tanpa kemauan untuk menerima dan
menghargai kebhinekaan maka sulit untuk mewujudkan persatuan dan kesatuan
bangsa. Apa yang dilakukan oleh pendahulu bangsa ini dengan membangun kesadaran
kebangsaan atau nasionalisme merupakan upaya untuk menjaga loyalitas dan
pengabdian terhadap bangsa.
Selama ini sifat nasionalisme kita kurang operasional atau hanya berhenti pada tataran konsep dan slogan politik. Nasionalisme bisa berfungsi sebagai pemersatu beragam suku, tetapi perlu secara operasional sehingga mampu memenuhi kebutuhan objektif setiap warga dalam suatu negara-bangsa. Tradisi dari suatu bangsa yang gagal memenuhi fungsi pemenuhan kebutuhan hidup objektif akan kehilangan peran sebagai peneguh nasionalisme. Saat ini diperlukan tafsir baru nasionalisme sebagai kesadaran kolektif di tengah pola kehidupan baru yang mengglobal dan terbuka. Batas-batas fisik negara-bangsa yang terus mencair menyebabkan kesatuan negara kepulauan seperti Indonesia sangat rentan terhadap serapan budaya global yang tidak seluruhnya sesuai tradisi negeri ini. Disamping itu realisasi otonomi daerah yang kurang tepat akan memperlemah nilai dan kesadaran kolektif kebangsaan di bawah payingnasionalisme.
Di samping itu bangsa Indonesia relatif berhasil membentuk identitas nasional.
Selama ini sifat nasionalisme kita kurang operasional atau hanya berhenti pada tataran konsep dan slogan politik. Nasionalisme bisa berfungsi sebagai pemersatu beragam suku, tetapi perlu secara operasional sehingga mampu memenuhi kebutuhan objektif setiap warga dalam suatu negara-bangsa. Tradisi dari suatu bangsa yang gagal memenuhi fungsi pemenuhan kebutuhan hidup objektif akan kehilangan peran sebagai peneguh nasionalisme. Saat ini diperlukan tafsir baru nasionalisme sebagai kesadaran kolektif di tengah pola kehidupan baru yang mengglobal dan terbuka. Batas-batas fisik negara-bangsa yang terus mencair menyebabkan kesatuan negara kepulauan seperti Indonesia sangat rentan terhadap serapan budaya global yang tidak seluruhnya sesuai tradisi negeri ini. Disamping itu realisasi otonomi daerah yang kurang tepat akan memperlemah nilai dan kesadaran kolektif kebangsaan di bawah payingnasionalisme.
Di samping itu bangsa Indonesia relatif berhasil membentuk identitas nasional.
Beberapa bentuk identitas bangsa Indonesia
adalah sebagai berikut:
1) Bahasa Nasional atau persatuan,
bahasa Indonesia.
2) Dasar filsafat Negara yaitu
pancasila.
3) Lagu kebangsaan Indonesia Raya.
4) Lambang Negara Garuda Pancasila.
5) Semboyan negara Bhinneka Tunggal Ika.
6) Bendera Negara Sang Merah Putih.
7) Konstitusi Negara yaitu UUD 1945.
8) Bentuk Negara kesatuan Republik
Indonesia.
9) Konsep Wawasan Nusantara.
10) Kebudayaan daerah yang diterima
sebagai kebudayaan nasional.
Dari ke-10 identitas bangsa Indonesia tersebut akan
dibahas salah satu yaitu mengenai semboyan Bhinneka Tunggal Ika yang merupakan
semboyan pemersatu bangsa Indonesia dalam mewujudkan integrasi nasional.UUD
Republik Indonesia menyatakan dengan tegas tentang realitas multikultural
Bangsa Indonesia. Kenyataan tersebut dilukiskan di dalam lambang negara
“Bhinneka Tunggal Ika.” Kebhinnekaan masyarakat dan bangsa Indonesia diakui
bahkan dijadikan sebagai dasar perjuangan nasional permulaan abad ke-20.Untuk itu integrasi nasional bangsa
Indonesia pun harus diwujudkan di tengah masyarakat Indonesia yang majemuk
karena masyarakat yang majemuk merupakan salah satu potensi sumber konflik yang
menyebabkan disintegrasi bangsa. Agar identitas bangsa Indonesia di mata dunia
terkenal dengan bangsa yang majemuk tetapi satu dalam keanekaragaman (suku,
bahasa, agama, dll, yang berbeda-beda) semboyan Bhinneka Tunggal Ika harus diwujudkan.
B.
Peran Bhinneka Tunggal Ika sebagai
faktor pembentuk identitas bangsa Indonesia.
Jati diri bangsa Indonesia atau
identitas bangsa Indonesia merupakan suatu yang pelik, ada yang beranggapan
bahwa sebagai bangsa Indonesia harus melepaskan identitasnya yang berifat
kesukuan atau keanggotaannya dalam berbagai kehidupan sosial masyarakat. Jati diri bangsa Indonesia merupakan
sesuatu yang telah disepakati bersama seperti cita-cita masa depan yang sama
berdasarkan pengalaman sejarah baik pengalaman yang menggembirakan maupun yang
pahit. Semuanya itu telah membentuk rasa solidaritas yang tinggi sebagai satu
bangsa dan oleh sebab itu bertekad untuk memperbaikai masa depan yang lebih
baik.
Bangsa Indonesia terdiri dari lebih
dari 700 suku bangsa dengan kebudayaannya masing-masing. Itu sebabnya juga
mengapa bhinneka Tunggal Ika merupakan lambang negara kita sebagaimana
dicantumkan dalam pasal 36A UUD. Dari kebhinnekaan itulah ingin diwujudkan
identitas Bangsa Indonesia. Dengan kata lain Bhinneka Tunggal Ika merupakan
gambaran nyata dari keadaan masyarakat bangsa Indonesia yang majemuk dan ini
pun dijadikan sebagai dasar perjuangan bangsa Indonesia dalam membentuk
integrasi nasional.
Masalah yang dihadapi oleh bangsa masyarakat-negara yang sedang berkembang tidak hanya struktur masyarakat yang sangant majemuk secara cultural sehingga sukar menciptakan suatu identitas yang disepakati bersama, tetapi juga masyarakat-negara yang bagaimana yang hendak mereka ciptakan.
Masalah yang dihadapi oleh bangsa masyarakat-negara yang sedang berkembang tidak hanya struktur masyarakat yang sangant majemuk secara cultural sehingga sukar menciptakan suatu identitas yang disepakati bersama, tetapi juga masyarakat-negara yang bagaimana yang hendak mereka ciptakan.
Bhinneka Tunggal Ika seperti kita
pahami sebagai motto Negara, yang diangkat dari penggalan kitab Sutasoma karya
besar Mpu Tantular pada jaman Kerajaan Majapahit (abad 14) secara harfiah
diartikan sebagai bercerai berai tetapi satu. Motto ini digunakan sebagai ilustrasi dari jati diri
bangsa Indonesia yang secara natural, dan sosial-kultural dibangun diatas
keanekaragaman.
Dengan semboyan Bhinneka Tunggal
Ika tersebut diharapkan bangsa Indonesia menjadi bangsa yang berhasil
mewujudkan integrasi nasional di tengah masyarakatnya yang majemuk.Dengan
semboyan Bhinneka Tunggal Ika tersebut juga diharapkan sebagai landasan atau
dasar perjuangan untuk mewujudkan persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia agar
dikenal di mata dunia sebagai bangsa yang multikulturalisme.
Oleh karena itu, masyarakat
majemuk menjadikan nilai-nilai kemanusiaan, keadilan sosial, demokrasi,
nasionalisme, kekeluargaan, ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa sebagai
ideologi nasional, sedangkan nilai-nilai lain seperti individualisme, komunisme,
fasisme, dan teokrasi tidak mereka jadikan sebagai ideologi nasional karena
dipandang tidak tepat dan tidak sesuai dengan karakteristik masyarakat. Selain
itu, masyarakat yang majemuk juga dipandang sebagai masyarakat yang rentan
dengan konflik yang bisa menyebabkan disintegrasi bangsa, maka dari itu
nilai-nilai kemanusiaan, keadilan sosial, demokrasi, nasionalisme, kekeluargaan
yang diwujudkan dalam semboyan Bhinneka Tunggal Ika yang menjadi dasar
perjuangan kesatuan dan persatuan bangsa Indonesia.
C.
Cara
Membina Bangsa Indonesia yang Beranekaragam agar Tercapai Integrasi Nasional melalui Semboyan Bhineka
Tunggal Ika.
Identitas bangsa Indonesia merupakan sesuatu yang perlu diwujudkan dan
terus menerus berkembang atau seperti yang telah dirumuskan Bung Karno
merupakan ekspresi dari roh kesatuan Indonesia, kemauan untuk bersatu dan
mewujudkan sesuatu dan bermuatan yang nyata. Perwujudan identitas
bangsa Indonesia tersebut jelaslah merupakan hasil proses pendidikan sejak dini
dalam lingkungan keluarga, lingkungan pendidikan formal dan in-formal. Menurut
masykuri abdillah, salah satu persyaratan terwujudnya masyarakat modern yang
demokatis adalah tewujudnya masyarakat yang menghargai kemajemukan (pluralitas)
masyarakat dan bangsa serta mewujudkannya sebagai suatu keniscayaan.
Kemajemukan ini merupakan Sunnatullah (hukum alam). Dilihat dari segi etnis,
bahasa, agama dan sebagainya, indonesia termasuk salah satu negara yang paling
majemuk di dunia. Hal ini disadari betul oleh para Founding Fathers kita,
sehingga mereka merumuskan konsep pluralisme ini dengan semboyan “ Bhinneka
Tunggal Ika”. Tentunya setiap bangsa ingin menonjolkan keunggulan dari
identitas bangsanya terlebih-lebih dalam era globalisasi dewasa ini di mana
pertemuannya antar bangsa menjadi sangat cepat dan mudah. Dalam pergaulan antar
bangsa nilai-nilai yang positif dari suatu bangsa akan ikut membina perdamaian
dan kehidupan yang lebih tenteram di planet bumi ini.
Identitas bangsa indonesia seperti yang kita kenal sebagai bangsa yang
ramah-tamah,toleran, kaya akan tradisi dari suku-suku bangsa yang Bhinneka
perlu terus dikembangkan untuk kebudayaan dan perdamaian seluruh umat manusia.
Dengan ke-Bhinneka Tunggal Ika-an itu berarti masyarakat Indonesia adalah plural.Dan di dalam masyarakat plural, dialog adalah keniscayaan bahkan keharusan. Sesungguhnya bicara pluralisme dan dialog antar-agama itu bukan hal baru di negeri ini. Memang isu pluralisme adalah setua usia manusia, hanya cara dan metode manusia menghadapinya yang berbeda. Jadi masyarakat yang majemuk itu haruslah mengadakan dialog agar integrasi tetap terjaga dan mereka juga harus bersatu dalam perbedaan. Prinsip bersatu dalam perbedaan (unity in diversity) merupakan salah satu identitas pembentuk bangsa. Yang dimaksudkan dengan bersatu dalam perbedaaan adalah kesetiaan warga masyarakat pada suatu lembaga yang disebut negara, atau pemerintahan yang mereka pandang dan yakini mendatangkan kehidupan yang lebih manusiawi tetapi tanpa menghilangkan keterikatan kepada suku bangsa, adat-istiadat, ras, atau agama. Setiap warga masyarakat akan memiliki kesetiaan ganda (multi loyalities) sesuai dengan porsinya. Walaupun mereka tetap memiliki keterikatan terhadap identitas kelompok, namun mereka menunjukan kesetiaan yang lebih besar pada kebersamaaan yang berwujud dalam bentuk bangsa-negara di bawah suatu pemerintahan yang berkeabsahan.
Dengan ke-Bhinneka Tunggal Ika-an itu berarti masyarakat Indonesia adalah plural.Dan di dalam masyarakat plural, dialog adalah keniscayaan bahkan keharusan. Sesungguhnya bicara pluralisme dan dialog antar-agama itu bukan hal baru di negeri ini. Memang isu pluralisme adalah setua usia manusia, hanya cara dan metode manusia menghadapinya yang berbeda. Jadi masyarakat yang majemuk itu haruslah mengadakan dialog agar integrasi tetap terjaga dan mereka juga harus bersatu dalam perbedaan. Prinsip bersatu dalam perbedaan (unity in diversity) merupakan salah satu identitas pembentuk bangsa. Yang dimaksudkan dengan bersatu dalam perbedaaan adalah kesetiaan warga masyarakat pada suatu lembaga yang disebut negara, atau pemerintahan yang mereka pandang dan yakini mendatangkan kehidupan yang lebih manusiawi tetapi tanpa menghilangkan keterikatan kepada suku bangsa, adat-istiadat, ras, atau agama. Setiap warga masyarakat akan memiliki kesetiaan ganda (multi loyalities) sesuai dengan porsinya. Walaupun mereka tetap memiliki keterikatan terhadap identitas kelompok, namun mereka menunjukan kesetiaan yang lebih besar pada kebersamaaan yang berwujud dalam bentuk bangsa-negara di bawah suatu pemerintahan yang berkeabsahan.
Membina
identitas bangsa memerlukan upaya yang berkesinambungan serta berkaitan dengan
berbagai aspek. Kedudukan seseorang sebagai warga negara Indonesia tidak
mengenal diskriminasi, kehidupan bersama yang penuh toleransi dan menghindari
berbagai perasaan curiga satu dengan yang lain atau tidak adanya trust di dalam
kehidupan bersama, kemampuan dan keinginan untuk melihat perbedaan antar suku
bukan sebagai hal yang memisahkan di dalam kehidupan dan pergaulan sehari-hari
bahkan lebih mempererat dan mempercaya kehidupan dan kebudayaan nasional. Ini
dikarenakan dalam era globalisasi sekarang ini setiap bangsa ingin menonjolkan
identitas bangsanya agar lebih dikenal di mata dunia.
BAB III
PENUTUP
A.
Kesimpulan
Semboyan “Bhineka Tunggal Ika”yang berarti walau berbeda-beda tetapi tetap
satu jua itu bermacam-macam yaitu terdiri dari suku bangsa, bahasa selain itu
terdiri dari bermacam-macam budaya diantaranya religi/keagamaan, kesenian
daerah yang terdiri dari Pertunjukan Rakyat, Lagu Daerah,Tarian Daerah, Alat
Musik Daerah, Rumah Adat, Pakaian Adat.
Dengan
semboyan Bhinneka Tunggal Ika tersebut mempunyai peran terhadap bangsa Indonesia yaitu agar menjadi bangsa yang berhasil
mewujudkan integrasi nasional di tengah masyarakatnya yang majemuk. Dengan
semboyan Bhinneka Tunggal Ika tersebut juga diharapkan sebagai landasan atau
dasar perjuangan untuk mewujudkan persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia agar
dikenal di mata dunia sebagai bangsa yang multikulturalisme.
Membina
bangsa Indonesia yang multikultural memerlukan upaya yang berkesinambungan serta
berkaitan dengan berbagai aspek agar tercapai Integrasi nasional melalui
semboyan Bhinneka Tunggal Ika yaitu dengan mengadakan proses pendidikan sejak
dini dalam lingkungan keluarga, lingkungan pendidikan formal dan in-formal
tentang Prinsip bersatu dalam perbedaan (unity in diversity) karena individu
dalam masyarakat majemuk haruslah memiliki kesetiaan ganda (multi loyalities)
terhadap bangsa-negaranya, mereka juga tetap memiliki keterikatan terhadap
identitas kelompoknya, namun mereka menunjukan kesetiaan yang lebih besar pada
bangsa Indonesia.
B. Saran
Rasa
bhineka tunggal ika ini perlu diterapkan pada setiap masyarakat seluruh
Indonesia ini demi menjaga keutuhan negara kesatuan republik Indonesia. Pada
kenyataannya penerapan rasa bhineka tunggal ika ini kurang dilakukan oleh warga
negara Indonesia, maka dari itu sangat diperlukan demi menjawab tantangan masa
depan yang dapat memecah belah suatunegara.
Penjelasan yang ada di dalam makalah ini semoga dapat membantu
mengaplikasikan arti dari semboyan bhineka tunggal ika ini pada setiap warga
negara untuk dapat menjalankan kehidupan berbangsa dan bernegara.
DAFTAR PUSTAKA
H.A.R.
Tilaar. 2007. Mengindonesia Etnisitas dan Identitas Bangsa Indonesia: Tinjauan
dari Perspektif Ilmu Pendidikan. Jakarta: PT Rineka Cipta, hlmn 181.
H.A.R. Tilaar. 2007. Mengindonesia Etnisitas dan Identitas Bangsa Indonesia: Tinjauan dari Perspektif Ilmu Pendidikan. Jakarta: PT Rineka Cipta, hlmn xvii.
Dr Udin S.Winataputra,M.A. 2009. Multikulturalisme-Bhinneka Tunggal IKa dalam Perspektif Pendidikan Kewarganegaraan sebagai Wahana Pembangunan Karakter Bangsa Indonesia.
H.A.R. Tilaar. 2007. Mengindonesia Etnisitas dan Identitas Bangsa Indonesia: Tinjauan dari Perspektif Ilmu Pendidikan. Jakarta: PT Rineka Cipta, hlmn xvii.
Dr Udin S.Winataputra,M.A. 2009. Multikulturalisme-Bhinneka Tunggal IKa dalam Perspektif Pendidikan Kewarganegaraan sebagai Wahana Pembangunan Karakter Bangsa Indonesia.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar