MAKALAH
“Penerapan
Pendidikan Agama Islam Untuk Membentuk Karakter Anak”
Disusun Guna Memenuhi Tugas Mata Kuliah Bahasa Indonesia
Dosen Pengampu : Nisa Afifah, Ss., M.Hum.
Disusun oleh
Siti Nazilatul Hidayah (63010170277)
JURUSAN PERBANKAN SYARIAH S1
FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS ISLAM
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI (IAIN) SALATIGA
TAHUN AKADEMIK 2018 / 2019
KATA PENGANTAR
Puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas karunia dan hidayah_Nya
sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah
ini yang berjudul penerapan pendidikan agama islam untuk
membentuk karakter anak. Sholawat dan salam semoga senantiasa tercurahkan
kepada junjungan besar kita, yaitu Nabi Muhammad SAW yang telah menunjukkan
kepada kita jalan yang lurus berupa ajaran agama islam yang sempurna.
Penulisan makalah ini bertujuan untuk memenuhi salah satu tugas
yang diberikan oleh dosen mata kuliah Bahasa Indonesia, Nisa Afifah, Ss.,
M.Hum. Tak lupa penyusun ucapkan terima kasih kepada dosen pengampu mata kuliah
Bahasa Indonesia atas bimbingan dan arahan dalam penulisan makalah ini, juga
kepada rekan-rekan mahasiswa yang telah mendukung sehingga makalah ini dapat
diselesaikan.
Penulis berharap, dengan membaca makalah ini dapat memberi manfaat
bagi kita semua, semoga hal ini dapat menambah wawasan kita tentang penerapan
pendidikan agama islam untuk membentuk karakter anak. Memang makalah ini masih
jauh dari sempurna, maka penulis mengharapkan kritik dan saran dari pembaca
demi perbaikan menuju arah yang lebih baik.
Demikan makalah ini, semoga dapat bermanfaat bagi penulis dan yang
membacanya, sehingga menambah wawasan dan pengetahuan tentang penulisan ini.
Salatiga, 22 Mei 2018
Penyusun
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR.............................................................................. i
DAFTAR ISI.............................................................................................. ii
BAB I PENDAHULUAN......................................................................... 1
A.
Latar
Belakang................................................................................. 1
B.
Rumusan
Masalah............................................................................ 1
C.
Tujuan.............................................................................................. 1
BAB II PEMBAHASAN...........................................................................
A.
Peran
Pendidikan Agama dalam Membentuk Karakter Anak.........
B.
Metode
Penerapan Pendidikan Agama dalam Membentuk Karakter
Anak.................................................................................................
BAB III PENUTUP...................................................................................
A.
Kesimpulan......................................................................................
B.
Saran................................................................................................
BAB I
PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang
Pendidikan semakin mengalami perubahan mengikuti transisi di segala bidang.
Pendidikan yang baik menunjukkan kualitas masyarakat di daerah tersebut. Namun
tingkah laku dan moral masyarakat pun ikut mengalami pergeseran. Maraknya
penodaan moral salah satunya di sebabkan buruknya pendidikan. Pendidikan agama
sebagai pelopor keilmuan memiliki potensi yang besar dalam menanggulangi
kemerosotan individu. Pribadi agamais akan mampu meminimalisir akibat buruk
dari arus perkembangan yang sangat deras. Karakter agamais sebaiknya dibentuk
sejak masa anak hingga mempermudah perjalanan hidupnya kelak.
Semakin maraknya perubahan dan penodaan moral semata-mata dimulai dari
kurangnya akhlak atau karakter yang bersifat agamais pada diri seseorang.
Seseorang yang mampu menanamkan jiwa yang beragama dengan baik, maka ia dapat
menjalani kehidupan multicultural dengan positif. Lain halnya apabila ia kurang
berkarakter agamais maka akan dengan mudah melakukan akhlak negatif.
Pendidikan agama adalah salah satu cabang aspek pendidikan yang mayoritas
dibutuhkan oleh pribadi beragama. Ia sebagai pedoman hidup dan merupakan salah
satu sarana penanaman karakter yang benar. Karena itu saya berkeinginan untuk
menjelaskan penerapan
pendidikan agama islam di dalam pesantren untuk membangun karakter akhlakul kharimah pada anak . Hal ini disebabkan karakter individu sangat dipengaruhi oleh lingkungan
dan apa yang diterima oleh tiap seseorang sejak masa kecilnya.
B. Rumusan Masalah
1.
Bagaimana Peran Pendidikan Agama Islam dalam Pembentukan Karakter Anak?
2.
Bagaiman Metode Pendidikan Agama Islam dalam membentuk Karakter Anak?
C. Tujuan
1. Untuk Memahami Peran
Pendidikan Agama Islam dalam Pembentukan Karakter Anak.
2. Untuk Mengetahui Metode Pendidikan Agama Islam dalam membentuk
Karakter Anak.
BAB II
PEMBAHASAN
A.
Peran Pendidikan Agama dalam Pembentukan
karakter Anak.
Untuk
melihat peran pendidikan agama dalam pembentukan Karakter, sekurang-kurangnya
harus dibicarakan apa itu Karakter dan
apa inti pendidikan agama. Yang “inti” itulah yang besar dalam pembentukan
karakter. Penting pula dibicarakan upaya atau metode yang harus dilakukan agar
pendidikan agama itu berperan dalam pembentukan karakter.
Sebelum
membahas lebih lanjut kita harus mengetahui pengertian “Karakter” yaitu akar kata dari bahasa latin yang
berarti dipahat. Kehidupan seperti balok besi bila dipahat dengan penuh
kehati-hatian akan menjadi mahakarya agung. Maka, karakter merupakan kualitas
atau kekuatan mental atau moral, akhlak atau budi pekerti individu yang menjadi
kepribadian khusus sebagai pendorong dan penggerak serta yang membedakannya
dengan yang lain.
Sedangkan
pendidikan yang berasal dari bahasa Arab yaitu “At-Tarbiyyah”
dengan kata kerja “Rabba” yang artinya bertambah, tumbuh atau
berkembang. Pendidikan menurut istilah adalah suatu usaha sadar yang
teratur dan sistematis, yang dilakukan oleh orang-orang yang diserahi tanggung
jawab untuk mempengaruhi anak mempunyai sifat-sifat dan tabi’at sesuai
cita-cita pendidikan. Adapun agama adalah suatu tata kaidah yang mengatur hubungan manusia
dengan yang Allah SWT.
Salah satu pendidikan
yang dipupuk sejak dini adalah pendidikan agama, terutama pendidikan Islam bagi
kita sebagai orang muslim. Pendidikan Islam pada intinya adalah sebagai wahana
pembentukan karakter manusia yang bermoralitas tinggi. Maka dari antropologi
kita mengetahui bahwa agama adalah inti pembentukan karakter seseorang dengan
cara bersikap, berfikir, dan bertindak itulah inti dari karakter seseorang.
Jadi, jelas bahwa agama merupakan hal yang amat berpengaruh dalam pembentukan
karakter seseorang.
Pendidikan agama islam
sangat erat sekali kaitannya dengan pendidikan pada umumnya, pendidikan agama
islam bertujuan untuk meningkatkan ketaqwaan anak terhadap Allah SWT. Tujuan
pendidikan islam yang sejalan dengan misi Islam yaitu mempertinggi nilai-nilai
akhlak sehingga mencapai akhlakul karimah, pembentukan akhlak yang sanggup
menghasilkan orang-orang yang bermoral, jiwa yang bersih, kemauan yang keras,
cita-cita yang benar dan akhlak yang tinggi.
Islam adalah ajaran yang mudah, jelas, dan bisa dimengerti. Maka menanamkan
pendidikan agama islam dapat dimulai sejak dini.Islam juga mengajarkan agar
kita meneladani akhlakul Kharimah yang dimiliki Rasulullah karena Implementasi
pendidikan karakter dalam Islam tersimpul dalam karakter pribadi Rasulullah SAW
,di dalam pribadi Rasulullah bersemai nilai-nilai karakter yang mulia dan
agung.
Jika seorang anak tidak ditanamkan nilai agama, akhlak sejak kecil maka
seorang anak inilah akan menjadi salah satu generasi yang akan menghancurkan
bagi dirinya sendiri, bangsa, agama dan dunia.
kurangnya pendidikan
agama dikarenakan adanya faktor atau
dampak negatif yaitu:
1. Dari orang tua yang kurang memberikan semangat mengenai pendidikan kepada
anak-anak yang dapat membuat anak malas untuk belajar`
2. Adanya pergaulan-pergaulan bebas pada anak didik yang tidak mampu
mengendalikan sehingga faktor pendidikan mereka lepaskan.
3. kurangnya perhatian orangtua pada anak-anaknya yang menyebabkan kemerosotan
karakter pada anak.
Selain faktor atau dampak
negatif dari kurangnya pendidikan agama pada anak terdapat fungsi atau dampak
positif dari pendidikan agama dalam membentuk karakter anak yaitu antara lain:
1. mengembangkan potensi dasar agar berhati baik, berpikiran baik, dan
berperilaku baik.
2. memperkuat dan membangun perilaku bangsa yang multikultur.
3. meningkatkan yang kompetitif dalam pergaulan dunia.
Maka pendidkan agama merupakan salah satu pendidikan yang berperan
penting bagi anak dalam pertumbuhan dan perkembangan sifat dan karakternya
untuk masa depan. Penerapan pendidikan
agama dapat dilakukan sejak anak usia dini oleh orang tua karena pendidikan
yang pertama dan utama dimulai dalam keluarga jadi peran orang tua dalam
mendidik agama anak sangatlah penting agar anak mempunyai karakter akhlak yang
baik. Penerapan pendidikan agama dapat dilakukan dengan cara melakukan hal-hal yang sederhana
tetapi merupakan bagian dari ilmu keagamaan seperti:
1.
Patuh
dan menghormati orang tua.
2.
Melakukan
hal-hal kebaikan dan
menghindari hal-hal yang dilarang agama.
3.
Membaca doa sebelum
melakukan aktivitas.
4.
Membiasakan
Sopan santun, disiplin, mandiri, ikhlas, lemah lembut, dan jujur.
5.
Menanamkan
rasa cinta dan iman kepada Allah dalam hati anak usia dini.
Selain itu bentuk penerapan pendidikan agama dapat dilakukan dengan
cara orang tua memberikan, arahan, contoh perilaku kebaikan agar mudah diterima
dan di ikuti oleh anak usia dini. Karena anak lebih mudah meniru dari pada
mendengarkan ucapan dari orang tua. Bentuk penerapan pendidikan agama lainnya
dapat dilakukan dengan cara mengerjakan sholat, mengaji dan hal-hal lain yang
berhubungan dengan nilai-nila
keagamaan. Apabila kepribadian dipenuhi
oleh nilai agama, akhlak yang baik maka akan terhindarlah anak dari
kelakukan-kelakuan yang tidak baik.
B. Upaya atau Metode Pendidikan Agama dalam Membentuk
Karakter Anak.
Berdasarkan hasil fakta
kejadian yang terjadi baik di Indonesia dan dibelahan bumi lainya, moral
perilaku anak dari tahun ketahun terus mengalami degradasi. Dalam segala aspek
moral, mulai dari tutur kata, akhlak, cara berpakaian, pergaulan dan lain
sebagainya. Degradasi moral ini seakan luput dari pengamatan dan dibiarkan
terus berkembang.Faktor utama yang mengakibatkan degradasi moral anak ialah
perkembangan era globalisasi yang tidak seimbang, sayangnya anak seakan tidak
sadar namun malah mengikutinya. Ketidak seimbangan itulah yang pada akhirnya
membuat moral anak semakin jatuh dan
rusak. Andai saja pemerintah tak sibuk
(terus) mengurus terhadap masalah korupsi yang terjadi akhir-akhir ini.
Harapannya mereka para petinggi Negara harus memiliki sedikit waktu untuk
mengurus masalah akhlak, masalah karakter anak menurut amatan selama ini moral
anak yang semakin hari semakin menjadi-jadi, pemukulan dan penganiayaan
terhadap sesama. Hal ini menjukkan simbol kesantunan anak bangsa sudah mulai
terkikis bahkan sudah degradasi sekali yang terjadi pada generasi muda, yaitu
pada usia anak. Kalau sudah seperti ini lalu apa yang sebaiknya kita lakukan?
Bila
dahulu kehidupan remaja cenderung dikendalikan oleh nilai-nilai moral yang
mengungkungnya, baik dari masyarakat maupun keluarga, maka zaman sekarang
justru mengabaikannya. Mendengar kata anak,ada
banyak permasalahan yang akan timbul yaitu kenakanalan anak seperti tindakan
kriminal berupa pencurian, perampokan, mengedarkan dan mengkonsumsi obat-obatan
terlarang sejak dini. Belum lagi gadis-gadis muda yang hamil di luar nikah,
hingga sebanyak permasalahan lain yang tidak kunjung selesai dan hampir
semuanya masalah moral.
Ini dikarenakan kurangnya pantauan dari orang tua dan kurangnya pengetahuan
tentang pendidikan agama.
Pendidikan agama dan bimbingan dimulai sejak
usia dini agar membuat anak memiliki kepribadian yang islami, dengan karakter
dan moral yang baik, prinsip-prinsip islami yang kuat, memiliki sarana untuk
menghadapi tuntutan hidup dengan cara yang matang dan bertanggung jawab. Dengan
diberikannya pendidikan agama pada anak sejak usia dini akan ,menjadikan
seorang anak menjadi lebih baik, beragama, bermoral dan bernilai pekerti yang
baik. Menyesallah orang tua yang tidak menanamkan atau memberikan pendidikan
agama kepada anak-anaknya.
Jangan heran mengapa
banyak krimanallitas yang terjadi dinegara ini seperti pemerkosaan, pembunuhan,
pencurian ini semua dikarenakan tidak adanya nilai –nilai moral yang tertanam
dalam anak-anak, remaja, maupun dewasa. Maka dari itu pentingnya pendidikan
agama islam untuk anak usia dini. Dari kenyataan yang ada kita perlu
mempertanyakan peran dari tokoh-tokoh agama, pendikan dan peran pemerintah.
Apakah mereka telah melupakan pentingnya menanamkan nilai-nilai moral pada
anak?
Melihat kenyataan sekarang agama di zaman ini
hanyalah menjadi bahan pendidikan yang tidak penting dalam perkembangan bangsa
ini, mereka tidak sadari bahwa agama mampu dalam memperkembangkan bangsa ini
menjadi bangsa yang maju. Mengapa agama mampu mengembangkan bangsa ini? karena
dengan adanya agama, para calon generasi muda mempunyai nilai-nilai moral yang
bisa menghasilkan dampak positif, memberikan rasa kenyamanan dalam masyarakat
yang selama ini dihantui oleh hal-hal yang bersifat kriminalitas dan pastinya
mengurangi angka kriminalitas dalam bangsa kita.
Untuk membentuk
karakter akhlak pada anak paling tidak ada tiga langkah yang harus ditempuh, sebagaimana yang dicontohkan
Rasulullah saw yaitu:
1. Menanamkan akidah Islam kepada anak dengan cara yang
sesuai dengan kategori akidah tersebut, yaitu sebagai ‘aqîdah ‘aqliyyah akidah
yang muncul dari proses pemikiran yang mendalam.
2. Menanamkan sikap konsisten dan istiqamah pada anak
yang sudah memiliki akidah Islam agar cara berpikir dan berprilakunya tetap
berada di atas pondasi akidah yang diyakininya.
3. Mengembangkan kepribadian Islam yang sudah terbentuk
pada anak dengan senantiasa mengajaknya untuk bersungguh-sungguh mengisi
pemikirannya dengan tsaqafah islamiyyah dan mengamalkan ketaatan kepada Allah
SWT.
Dari berbagai pentingnya dan masalah pendidikan agama dalam membentuk
karakter anak maka terdapat beberapa upaya atau Metode Pendidikan yang harus dilakukan agar pendidikan agama itu berperan
dalam pembentukan karakter anak, agar anak mempunyai pribadi yang mantap
serta memiliki akhlak yang mulia (akhlak al karimah). Adapun beberapa upaya
atau metode yang diterapkan dalam pendidikan agama antara lain sebagai berikut:
a. Metode keteladanan
Pendidikan dengan keteladanan adalah pendidikan dengan cara memberi
contoh-contoh kongkrit pada para anak. Dalam keluarga pemberian contoh-contoh
ini harus ditekankan kembali oleh orang tua karena anak lebih mudah meniru dari
pada mendengarkan ucapan orang tuanya. Oleh karena orang tua harus senantiasa
memberi contoh yang baik bagi anaknya khususnya dalam akhlak dan ibadah-ibadah
ritual dalam kehidupan sehari-hari.
b. Metode latihan dan pembiasaan
Mendidik dengan latihan
dan pembiasaan adalah mendidik dengan cara memberikan latihan-latihan dan
membiasakan untuk dilakukan setiap hari.
Misalnya: melaksanakan
sholat berjama’ah dan sholat pada waktunya. Apabila hal ini sudah menjadi
kebiasaan, maka anak akan tetap melaksanakannya kapanpun dan dimanapun anak itu
berada. Dari sini terlihat bahwasanya kebiasaan yang baik yang ada di
lingkungan keluarga akan membawa dampak yang baik pula pada diri anak tersebut.
c. Metode mengambil pelajaran
Abd Al-Rahman Al-Nahlawi,
mendefinisikan ibrah (mengambil Pelajaran) dengan kondisi psikis yang menyampaikan
manusia untuk mengetahui intisari suatu perkara yang disaksikan, diperhatikan,
didiskusikan, ditimbang-timbang, diukur dan diputuskan secara nalar, sehingga
kesimpulannya dapat mempengaruhi hati untuk tunduk kepadanya, lalu mendorongnya
kepada perilaku berfikir
sosial yang sesuai nalar dari anak tersebut.Tujuan
pedagogis dari pengambilan nasehat adalah mengantarkan manusia pada kepuasan
pikir tentang perkara agama yang bisa menggerakkan, mendidik atau menambah
perasaan keagamaan.
d. Metode pemberian nasehat
Menurut Tamyiz,
pemberian nasehat harus mengandung tiga unsur, yakni:
1. uraian tentang kebaikan dan kebenaran yang harus dilakukan oleh seseorang,
misalnya: tentang sopan santun.
2. motivasi untuk melakukan kebaikan
3. peringatan tentang dosa yang muncul
dari adanya larangan, bagi dirinya dan orang lain
e. Metode kedisiplinan
Dalam ilmu pendidikan,
kedisiplinan sangat ditekankan karena untuk menjaga kelangsungan kegiatan
pendidikan. Metode ini sama tujuannya untuk menumbuhkan kesadaran untuk tidak
mengulangi pelanggaran yang dilakukannya.
Biasa dikatakan bahwa
dalam pandangan pemerintah pendidikan yang pada umumnya seperti SD, SMP, SMA
itu lebih di utamakan dari pada pendidikan yang lebih mengarah dalam pendidikan
agama seperti pesantren, pondok dan lain sebagainya. Pendidikan agama merupakan
dasar pembentukan pribadi anak. Tetapi masih banyak anak-anak yang belum
mendapatkan pendidikan khususnya dalam pendidikan agama islam. Oleh karena itu,
sebagai orang tua atau guru jangan hanya
mengajarkan pendidikan umum tetapi pendidikan agama juga karena pendidikan
agama dapat menyelamatkan manusia dunia dan akhirat.
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Dari pembahasan di atas
dapat disimpulkan bahwa penerapan pendidikan agama pada anak usia dini sangat
berperan penting dan merupakan faktor yang dapat mempengaruhi pertumbuhan dan
perkembangan karakter anak untuk terciptanya generasi penerus bangsa yang
beriman, bertakwa, dan memiliki jiwa sosial dan berakhlak mulia. Pendidikan
agama ini dilakukan untuk menciptakan dan mengubah karakter anak menjadi lebih
baik lagi dan memiliki dasar hidup tentang agama islam dan ini harus dilakukan
atau diterapkan sejak usia dini.
Berbagai permasalahan
yang timbul akibat kurangnya pendidikan agama dalam pembentukan karakter anak
seperti kenakalan anak, rusaknya moral anak dan lain sebagainya maka terdapat
upaya dan metode pendidikan agama yang harus
dilakukan agar pendidikan agama itu berperan dalam pembentukan karakter anak, agar
anak mempunyai pribadi yang mantap serta memiliki akhlak yang mulia (akhlak al
karimah) yaitu Metode keteladanan, Metode latihan dan pembiasaan, Metode
mengambil pelajaran, Metode pemberian nasehat, dan Metode kedisiplinan.
B. Saran
Keluarga merupakan
faktor utama yang sangat berperan penting dalam membentuk karakter dan pribadi
anak, untuk itu diharapkan kepada anggota keluarga dan terutama pada orang tua,
agar dapat mendidik dan mengajarkan kepada anak dalam hal penerapan ilmu
pendidikan agama dan hal kebaikan. Maka dari keluargalah sifat jati diri anak
tersebut cenderung meniru pada perilaku orang tua dan anggota keluarga lainya.
DAFTAR PUSTAKA
Azizah,Abu Azmi.2001.Bagaimana
Berpikir Islami.Surakarta:Era Intermedia.
Hasan,Maimunah.2001.MembangunKreativitas
Anak Secara Islami.Yogyakarta: Bintang Cemerlang.
Tahir,Masnun serta Humaidy Abdussami.2010.Islam dan Hubungan Antar Agama.Yokyakarta:LkiS.
Zainu,syaikh muhammad bin
jamil.2016.Bimbingan Islam untuk Pribadi dan Msyarakat.Jakarta:Darul
Haq.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar