Rabu, 04 Desember 2019

Penerapan Pendidikan Agama Islam Untuk Membentuk Karakter Anak



MAKALAH
“Penerapan Pendidikan Agama Islam Untuk Membentuk Karakter Anak”
Disusun Guna Memenuhi Tugas Mata Kuliah Bahasa Indonesia
Dosen Pengampu : Nisa Afifah, Ss., M.Hum.

Disusun oleh
 Siti Nazilatul Hidayah (63010170277)

JURUSAN PERBANKAN SYARIAH S1
FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS ISLAM
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI (IAIN) SALATIGA
TAHUN AKADEMIK 2018 / 2019

KATA PENGANTAR
Puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas karunia dan hidayah_Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah  ini yang berjudul penerapan pendidikan agama islam untuk membentuk karakter anak. Sholawat dan salam semoga senantiasa tercurahkan kepada junjungan besar kita, yaitu Nabi Muhammad SAW yang telah menunjukkan kepada kita jalan yang lurus berupa ajaran agama islam yang sempurna.
Penulisan makalah ini bertujuan untuk memenuhi salah satu tugas yang diberikan oleh dosen mata kuliah Bahasa Indonesia, Nisa Afifah, Ss., M.Hum. Tak lupa penyusun ucapkan terima kasih kepada dosen pengampu mata kuliah Bahasa Indonesia atas bimbingan dan arahan dalam penulisan makalah ini, juga kepada rekan-rekan mahasiswa yang telah mendukung sehingga makalah ini dapat diselesaikan.
Penulis berharap, dengan membaca makalah ini dapat memberi manfaat bagi kita semua, semoga hal ini dapat menambah wawasan kita tentang penerapan pendidikan agama islam untuk membentuk karakter anak. Memang makalah ini masih jauh dari sempurna, maka penulis mengharapkan kritik dan saran dari pembaca demi perbaikan menuju arah yang lebih baik.
Demikan makalah ini, semoga dapat bermanfaat bagi penulis dan yang membacanya, sehingga menambah wawasan dan pengetahuan tentang penulisan ini.

Salatiga,  22 Mei  2018

                                                                                                      Penyusun


 

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR..............................................................................   i
DAFTAR ISI..............................................................................................   ii
BAB I PENDAHULUAN.........................................................................   1
A.    Latar Belakang.................................................................................   1
B.     Rumusan Masalah............................................................................   1
C.     Tujuan..............................................................................................   1
BAB II PEMBAHASAN...........................................................................
A.    Peran Pendidikan Agama dalam Membentuk Karakter Anak.........
B.     Metode Penerapan Pendidikan Agama dalam Membentuk Karakter
      Anak.................................................................................................  
BAB III PENUTUP...................................................................................
A.    Kesimpulan......................................................................................
B.     Saran................................................................................................


BAB I
PENDAHULUAN
A.  Latar Belakang
Pendidikan semakin mengalami perubahan mengikuti transisi di segala bidang. Pendidikan yang baik menunjukkan kualitas masyarakat di daerah tersebut. Namun tingkah laku dan moral masyarakat pun ikut mengalami pergeseran. Maraknya penodaan moral salah satunya di sebabkan buruknya pendidikan. Pendidikan agama sebagai pelopor keilmuan memiliki potensi yang besar dalam menanggulangi kemerosotan individu. Pribadi agamais akan mampu meminimalisir akibat buruk dari arus perkembangan yang sangat deras. Karakter agamais sebaiknya dibentuk sejak masa anak hingga mempermudah perjalanan hidupnya kelak.
Semakin maraknya perubahan dan penodaan moral semata-mata dimulai dari kurangnya akhlak atau karakter yang bersifat agamais pada diri seseorang. Seseorang yang mampu menanamkan jiwa yang beragama dengan baik, maka ia dapat menjalani kehidupan multicultural dengan positif. Lain halnya apabila ia kurang berkarakter agamais maka akan dengan mudah melakukan akhlak negatif.
Pendidikan agama adalah salah satu cabang aspek pendidikan yang mayoritas dibutuhkan oleh pribadi beragama. Ia sebagai pedoman hidup dan merupakan salah satu sarana penanaman karakter yang benar. Karena itu saya berkeinginan untuk menjelaskan penerapan pendidikan agama islam di dalam pesantren untuk membangun  karakter akhlakul kharimah pada anak . Hal ini disebabkan karakter individu sangat dipengaruhi oleh lingkungan dan apa yang diterima oleh tiap seseorang sejak masa kecilnya.
B.       Rumusan Masalah
1.      Bagaimana Peran Pendidikan Agama Islam dalam Pembentukan Karakter Anak?
2.      Bagaiman Metode Pendidikan Agama Islam dalam membentuk Karakter Anak?
C.      Tujuan
1.      Untuk Memahami Peran Pendidikan Agama Islam dalam Pembentukan Karakter Anak.
2.      Untuk Mengetahui Metode  Pendidikan Agama Islam dalam membentuk Karakter Anak.
BAB II
PEMBAHASAN

A.   Peran Pendidikan Agama dalam Pembentukan karakter Anak.
Untuk melihat peran pendidikan agama dalam pembentukan Karakter, sekurang-kurangnya harus dibicarakan apa itu  Karakter dan apa inti pendidikan agama. Yang “inti” itulah yang besar dalam pembentukan karakter. Penting pula dibicarakan upaya atau metode yang harus dilakukan agar pendidikan agama itu berperan dalam pembentukan karakter.
Sebelum membahas lebih lanjut kita harus mengetahui pengertian “Karakter” yaitu akar kata dari bahasa latin yang berarti dipahat. Kehidupan seperti balok besi bila dipahat dengan penuh kehati-hatian akan menjadi mahakarya agung. Maka, karakter merupakan kualitas atau kekuatan mental atau moral, akhlak atau budi pekerti individu yang menjadi kepribadian khusus sebagai pendorong dan penggerak serta yang membedakannya dengan yang lain.
Sedangkan pendidikan yang berasal dari bahasa Arab yaitu “At-Tarbiyyah” dengan kata kerja “Rabba” yang artinya bertambah, tumbuh atau berkembang. Pendidikan menurut istilah adalah suatu usaha sadar yang teratur dan sistematis, yang dilakukan oleh orang-orang yang diserahi tanggung jawab untuk mempengaruhi anak mempunyai sifat-sifat dan tabi’at sesuai cita-cita pendidikan. Adapun agama adalah suatu tata kaidah yang mengatur hubungan manusia dengan yang Allah SWT.
Salah satu pendidikan yang dipupuk sejak dini adalah pendidikan agama, terutama pendidikan Islam bagi kita sebagai orang muslim. Pendidikan Islam pada intinya adalah sebagai wahana pembentukan karakter manusia yang bermoralitas tinggi. Maka dari antropologi kita mengetahui bahwa agama adalah inti pembentukan karakter seseorang dengan cara bersikap, berfikir, dan bertindak itulah inti dari karakter seseorang. Jadi, jelas bahwa agama merupakan hal yang amat berpengaruh dalam pembentukan karakter seseorang.
Pendidikan agama islam sangat erat sekali kaitannya dengan pendidikan pada umumnya, pendidikan agama islam bertujuan untuk meningkatkan ketaqwaan anak terhadap Allah SWT. Tujuan pendidikan islam yang sejalan dengan misi Islam yaitu mempertinggi nilai-nilai akhlak sehingga mencapai akhlakul karimah, pembentukan akhlak yang sanggup menghasilkan orang-orang yang bermoral, jiwa yang bersih, kemauan yang keras, cita-cita yang benar dan akhlak yang tinggi.
Islam adalah ajaran yang mudah, jelas, dan bisa dimengerti. Maka menanamkan pendidikan agama islam dapat dimulai sejak dini.Islam juga mengajarkan agar kita meneladani akhlakul Kharimah yang dimiliki Rasulullah karena Implementasi pendidikan karakter dalam Islam tersimpul dalam karakter pribadi Rasulullah SAW ,di dalam pribadi Rasulullah bersemai nilai-nilai karakter yang mulia dan agung.
Jika seorang anak tidak ditanamkan nilai agama, akhlak sejak kecil maka seorang anak inilah akan menjadi salah satu generasi yang akan menghancurkan bagi dirinya sendiri, bangsa, agama dan dunia.
kurangnya pendidikan agama dikarenakan adanya faktor  atau dampak negatif yaitu:
1.    Dari orang tua yang kurang memberikan semangat mengenai pendidikan kepada anak-anak yang dapat membuat anak malas untuk belajar`
2.    Adanya pergaulan-pergaulan bebas pada anak didik yang tidak mampu mengendalikan sehingga faktor pendidikan mereka lepaskan.
3.    kurangnya perhatian orangtua pada anak-anaknya yang menyebabkan kemerosotan karakter pada anak.
Selain faktor atau dampak negatif dari kurangnya pendidikan agama pada anak terdapat fungsi atau dampak positif dari pendidikan agama dalam membentuk karakter anak yaitu antara lain:
1.    mengembangkan potensi dasar agar berhati baik, berpikiran baik, dan berperilaku baik.
2.    memperkuat dan membangun perilaku bangsa yang multikultur.
3.    meningkatkan yang kompetitif dalam pergaulan dunia.
Maka pendidkan agama merupakan salah satu pendidikan yang berperan penting bagi anak dalam pertumbuhan dan perkembangan sifat dan karakternya untuk masa depan.  Penerapan pendidikan agama dapat dilakukan sejak anak usia dini oleh orang tua karena pendidikan yang pertama dan utama dimulai dalam keluarga jadi peran orang tua dalam mendidik agama anak sangatlah penting agar anak mempunyai karakter akhlak yang baik. Penerapan pendidikan agama dapat dilakukan dengan cara melakukan hal-hal yang sederhana tetapi merupakan bagian dari ilmu keagamaan seperti:
1.    Patuh dan menghormati orang tua.
2.    Melakukan hal-hal kebaikan dan menghindari hal-hal yang dilarang agama.
3.    Membaca doa sebelum melakukan aktivitas.
4.    Membiasakan Sopan santun, disiplin, mandiri, ikhlas, lemah lembut, dan jujur.
5.    Menanamkan rasa cinta dan iman kepada Allah dalam hati anak usia dini.
Selain itu bentuk penerapan pendidikan agama dapat dilakukan dengan cara orang tua memberikan, arahan, contoh perilaku kebaikan agar mudah diterima dan di ikuti oleh anak usia dini. Karena anak lebih mudah meniru dari pada mendengarkan ucapan dari orang tua. Bentuk penerapan pendidikan agama lainnya dapat dilakukan dengan cara mengerjakan sholat, mengaji dan hal-hal lain yang berhubungan dengan nilai-nila keagamaan.  Apabila kepribadian dipenuhi oleh nilai agama, akhlak yang baik maka akan terhindarlah anak dari kelakukan-kelakuan yang tidak baik.
B.       Upaya atau Metode Pendidikan Agama dalam Membentuk Karakter Anak.
Berdasarkan hasil fakta kejadian yang terjadi baik di Indonesia dan dibelahan bumi lainya, moral perilaku anak dari tahun ketahun terus mengalami degradasi. Dalam segala aspek moral, mulai dari tutur kata, akhlak, cara berpakaian, pergaulan dan lain sebagainya. Degradasi moral ini seakan luput dari pengamatan dan dibiarkan terus berkembang.Faktor utama yang mengakibatkan degradasi moral anak ialah perkembangan era globalisasi yang tidak seimbang, sayangnya anak seakan tidak sadar namun malah mengikutinya. Ketidak seimbangan itulah yang pada akhirnya membuat moral anak  semakin jatuh dan rusak.  Andai saja pemerintah tak sibuk (terus) mengurus terhadap masalah korupsi yang terjadi akhir-akhir ini. Harapannya mereka para petinggi Negara harus memiliki sedikit waktu untuk mengurus masalah akhlak, masalah karakter anak menurut amatan selama ini moral anak yang semakin hari semakin menjadi-jadi, pemukulan dan penganiayaan terhadap sesama. Hal ini menjukkan simbol kesantunan anak bangsa sudah mulai terkikis bahkan sudah degradasi sekali yang terjadi pada generasi muda, yaitu pada usia anak. Kalau sudah seperti ini lalu apa yang sebaiknya kita lakukan?
                              Bila dahulu kehidupan remaja cenderung dikendalikan oleh nilai-nilai moral yang mengungkungnya, baik dari masyarakat maupun keluarga, maka zaman sekarang justru mengabaikannya. Mendengar kata anak,ada banyak permasalahan yang akan timbul yaitu kenakanalan anak seperti tindakan kriminal berupa pencurian, perampokan, mengedarkan dan mengkonsumsi obat-obatan terlarang sejak dini. Belum lagi gadis-gadis muda yang hamil di luar nikah, hingga sebanyak permasalahan lain yang tidak kunjung selesai dan hampir semuanya masalah moral.
Ini dikarenakan kurangnya pantauan dari orang tua dan kurangnya pengetahuan tentang pendidikan agama.
 Pendidikan agama dan bimbingan dimulai sejak usia dini agar membuat anak memiliki kepribadian yang islami, dengan karakter dan moral yang baik, prinsip-prinsip islami yang kuat, memiliki sarana untuk menghadapi tuntutan hidup dengan cara yang matang dan bertanggung jawab. Dengan diberikannya pendidikan agama pada anak sejak usia dini akan ,menjadikan seorang anak menjadi lebih baik, beragama, bermoral dan bernilai pekerti yang baik. Menyesallah orang tua yang tidak menanamkan atau memberikan pendidikan agama kepada anak-anaknya.
Jangan heran mengapa banyak krimanallitas yang terjadi dinegara ini seperti pemerkosaan, pembunuhan, pencurian ini semua dikarenakan tidak adanya nilai –nilai moral yang tertanam dalam anak-anak, remaja, maupun dewasa. Maka dari itu pentingnya pendidikan agama islam untuk anak usia dini. Dari kenyataan yang ada kita perlu mempertanyakan peran dari tokoh-tokoh agama, pendikan dan peran pemerintah. Apakah mereka telah melupakan pentingnya menanamkan nilai-nilai moral pada anak?
 Melihat kenyataan sekarang agama di zaman ini hanyalah menjadi bahan pendidikan yang tidak penting dalam perkembangan bangsa ini, mereka tidak sadari bahwa agama mampu dalam memperkembangkan bangsa ini menjadi bangsa yang maju. Mengapa agama mampu mengembangkan bangsa ini? karena dengan adanya agama, para calon generasi muda mempunyai nilai-nilai moral yang bisa menghasilkan dampak positif, memberikan rasa kenyamanan dalam masyarakat yang selama ini dihantui oleh hal-hal yang bersifat kriminalitas dan pastinya mengurangi angka kriminalitas dalam bangsa kita.
 Untuk membentuk karakter akhlak pada anak paling tidak ada tiga langkah yang   harus ditempuh, sebagaimana yang dicontohkan Rasulullah saw yaitu:
1.    Menanamkan akidah Islam kepada anak dengan cara yang sesuai dengan kategori akidah tersebut, yaitu sebagai ‘aqîdah ‘aqliyyah akidah yang muncul dari proses pemikiran yang mendalam.
2.    Menanamkan sikap konsisten dan istiqamah pada anak yang sudah memiliki akidah Islam agar cara berpikir dan berprilakunya tetap berada di atas pondasi akidah yang diyakininya.
3.    Mengembangkan kepribadian Islam yang sudah terbentuk pada anak dengan senantiasa mengajaknya untuk bersungguh-sungguh mengisi pemikirannya dengan tsaqafah islamiyyah dan mengamalkan ketaatan kepada Allah SWT.
Dari berbagai pentingnya dan masalah pendidikan agama dalam membentuk karakter anak maka terdapat beberapa upaya atau Metode Pendidikan yang harus dilakukan agar pendidikan agama itu berperan dalam pembentukan karakter anak, agar anak mempunyai pribadi yang mantap serta memiliki akhlak yang mulia (akhlak al karimah). Adapun beberapa upaya atau metode yang diterapkan dalam pendidikan agama antara lain sebagai berikut:
a.    Metode keteladanan
Pendidikan dengan keteladanan adalah pendidikan dengan cara memberi contoh-contoh kongkrit pada para anak. Dalam keluarga pemberian contoh-contoh ini harus ditekankan kembali oleh orang tua karena anak lebih mudah meniru dari pada mendengarkan ucapan orang tuanya. Oleh karena orang tua harus senantiasa memberi contoh yang baik bagi anaknya khususnya dalam akhlak dan ibadah-ibadah ritual dalam kehidupan sehari-hari.
b.    Metode latihan dan pembiasaan
Mendidik dengan latihan dan pembiasaan adalah mendidik dengan cara memberikan latihan-latihan dan membiasakan untuk dilakukan setiap hari.
Misalnya: melaksanakan sholat berjama’ah dan sholat pada waktunya. Apabila hal ini sudah menjadi kebiasaan, maka anak akan tetap melaksanakannya kapanpun dan dimanapun anak itu berada. Dari sini terlihat bahwasanya kebiasaan yang baik yang ada di lingkungan keluarga akan membawa dampak yang baik pula pada diri anak tersebut.
c.    Metode mengambil pelajaran
Abd  Al-Rahman  Al-Nahlawi,  mendefinisikan ibrah (mengambil Pelajaran) dengan kondisi psikis yang menyampaikan manusia untuk mengetahui intisari suatu perkara yang disaksikan, diperhatikan, didiskusikan, ditimbang-timbang, diukur dan diputuskan secara nalar, sehingga kesimpulannya dapat mempengaruhi hati untuk tunduk kepadanya, lalu mendorongnya kepada  perilaku  berfikir  sosial  yang  sesuai nalar dari anak tersebut.Tujuan pedagogis dari pengambilan nasehat adalah mengantarkan manusia pada kepuasan pikir tentang perkara agama yang bisa menggerakkan, mendidik atau menambah perasaan keagamaan.
d.   Metode pemberian nasehat
Menurut Tamyiz, pemberian nasehat harus mengandung tiga unsur, yakni:
1.    uraian tentang kebaikan dan kebenaran yang harus dilakukan oleh seseorang, misalnya: tentang sopan santun.
2.    motivasi untuk melakukan kebaikan
3.    peringatan tentang  dosa yang muncul dari adanya larangan, bagi dirinya dan orang lain
e.    Metode kedisiplinan
Dalam ilmu pendidikan, kedisiplinan sangat ditekankan karena untuk menjaga kelangsungan kegiatan pendidikan. Metode ini sama tujuannya untuk menumbuhkan kesadaran untuk tidak mengulangi pelanggaran yang dilakukannya.
Biasa dikatakan bahwa dalam pandangan pemerintah pendidikan yang pada umumnya seperti SD, SMP, SMA itu lebih di utamakan dari pada pendidikan yang lebih mengarah dalam pendidikan agama seperti pesantren, pondok dan lain sebagainya. Pendidikan agama merupakan dasar pembentukan pribadi anak. Tetapi masih banyak anak-anak yang belum mendapatkan pendidikan khususnya dalam pendidikan agama islam. Oleh karena itu, sebagai orang tua atau guru  jangan hanya mengajarkan pendidikan umum tetapi pendidikan agama juga karena pendidikan agama dapat menyelamatkan manusia dunia dan akhirat.


BAB III
PENUTUP

A.  Kesimpulan
Dari pembahasan di atas dapat disimpulkan bahwa penerapan pendidikan agama pada anak usia dini sangat berperan penting dan merupakan faktor yang dapat mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan karakter anak untuk terciptanya generasi penerus bangsa yang beriman, bertakwa, dan memiliki jiwa sosial dan berakhlak mulia. Pendidikan agama ini dilakukan untuk menciptakan dan mengubah karakter anak menjadi lebih baik lagi dan memiliki dasar hidup tentang agama islam dan ini harus dilakukan atau diterapkan sejak usia dini.
Berbagai permasalahan yang timbul akibat kurangnya pendidikan agama dalam pembentukan karakter anak seperti kenakalan anak, rusaknya moral anak dan lain sebagainya maka terdapat upaya dan metode pendidikan agama yang harus dilakukan agar pendidikan agama itu berperan dalam pembentukan karakter anak, agar anak mempunyai pribadi yang mantap serta memiliki akhlak yang mulia (akhlak al karimah) yaitu Metode keteladanan, Metode latihan dan pembiasaan, Metode mengambil pelajaran, Metode pemberian nasehat, dan Metode kedisiplinan.

B.  Saran
Keluarga merupakan faktor utama yang sangat berperan penting dalam membentuk karakter dan pribadi anak, untuk itu diharapkan kepada anggota keluarga dan terutama pada orang tua, agar dapat mendidik dan mengajarkan kepada anak dalam hal penerapan ilmu pendidikan agama dan hal kebaikan. Maka dari keluargalah sifat jati diri anak tersebut cenderung meniru pada perilaku orang tua dan anggota keluarga lainya.


DAFTAR PUSTAKA

Azizah,Abu Azmi.2001.Bagaimana Berpikir Islami.Surakarta:Era Intermedia.
Hasan,Maimunah.2001.MembangunKreativitas Anak Secara Islami.Yogyakarta: Bintang Cemerlang.
Tahir,Masnun serta Humaidy Abdussami.2010.Islam dan Hubungan Antar Agama.Yokyakarta:LkiS.
Zainu,syaikh muhammad bin jamil.2016.Bimbingan Islam untuk Pribadi dan Msyarakat.Jakarta:Darul Haq.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar